Tiga Pelajar SMP Diciduk Usai Ujian Nasional

Diduga terlibat penodongan, tiga pelajar SMP digelandang ke Polresta Palembang usai Ujian Nasional. Foto/denny

Palembang – Tiga pelajar kelas sembilan sekolah menengah pertama (SMP) berinisial MS (16), AJ (16) dan IK (14) ditangkap Tim Tekab Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang.

Ketiga tersangka ditangkap usai mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di salah satu SMP Negeri dan swasta di Palembang, Kamis (4/5) sekitar pukul 11.00.

Berdasarkan data dihimpun, komplotan pelaku beraksi terhadap M Melani (16) pelajar SMP yang sedang bersama temannya Gilang Ramadhan di pos kamling, Gang Selu, Kecamatan Kemuning Palembang.

Dari tangan korban, kawanan pelaku ini berhasil menggasak tablet merek Samsung. Bahkan, pelaku sempat mengacungkan senjata tajam (sajam) jenis pedang dan pisau, serta juga memukul Melani dengan tangan kosong.

“Bukan saya yang memukul. Saya cuma membawa pedang tetapi tidak diarahkan ke koban. Kalau yang memukulnya IK dan dia juga yang mengarahkan pisau,” jelas MS saat digiring ke Polresta Palembang.

Masih dikatakan remaja yang tinggal di seputaran Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT II Palembang ini, tersangka IK yang membawa kabur tablet korban.

“IK yang membawa lari tablet korban. Akan tetapi, kemarin juga saya mabuk lagi dengannya, karena saya berencana ingin mengembalikan kepada korban, kami saling kenal,” tambah MS.

Sementara AJ mengaku ia hanya menunggu diatas sepeda motor. “Saya hanya menunggu di motor pak, saya tidak tau apa-apa. Tidak ada ketuanya, kami melakukannya bersama-sama,” tuturnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Tekab Ipda Daniel Dirgala mengatakan, tertangkapnya kawanan pelaku menindak lanjuti laporan korban yang masuk ke Polresta Palembang.

“Pengakuannya baru pertama kali. Namun, akan kita lakukan pengembangan. Diduga masih masih ada korban-korban lainnya,” ujar Daniel saat dimintai konfirmasi.

Untuk barang bukit, pihaknya mengamankan satu unit tablet Samsung, serta dua bilah sajam jenis pedang dan pisau yang digunakan kawanan pelaku beraksi. “Pelaku akan dikenakan pasal 365 KUHP,” tutupnya. (korankito.com/depe/fran)