Sakit Tumor Tak Patahkan Semangat Sekolah Aegis

Aegis Adripati Daniaksa saat mengikuti ujian nasional tingkat SMP dirumahnya. Foto/aya

Palembang – Meskipun didiagnosa menderita sakit tumor tulang sejak satu tahun belakangan, hal ini tidak mematahkan semangat sekolah Aegis Adripati Daniaksa (14), yang merupakan warga jalan Musi I, Kompleks Way Hitam Blok B No.12 Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang.

Ini tampak saat Aegis mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat SMP yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, sejak Selasa (2/5) lalu. Tanpa merasa putus asa, ia terlihat begitu semangat mengerjakan soal ujian di tempat tidurnya.

Seperti yang terlihat pada Kamis (4/5), Aegis menjalankan ujian Bahasa Inggris dengan jumlah 120 soal pilihan ganda. Soal ujian tersebut dibawa langsung dari sekolah dengan diawasi satu pengawas.

Kepala Sekolah SMP Negeri 13 Prima Iswati  yang mengawasi langsung proses ujian putra kedua dari pasangan Emil Budiman dan Ema Laura Manalu tersebut menerangkan, Aegis menjadi satu-satunya anak didik di sekolahnya yang melaksanakan ujian akhir di rumah.

“Kami mengetahui jika Aegis sakit sejak semester ganjil, itupun ia masih semangat untuk sekolah. Pada semester genap, kondisinya tidak memungkinkan lagi untuk pergi sekolah, karena lumpuh,” tuturnya.

Meski begitu, ia mengaku bersyukur jika anak didiknya ini masih dapat ikut ujian sekolah, karena semangat yang dimiliki. Ia mengakui, Aegis menjadi salah satu anak yang memiliki semangat tinggi untuk sekolah, walaupun keadaannya tidak memungkinkan.

“Jadi selama ia sakit, keluarga meminta guru untuk tetap memberikan pelajaran atas permintaan yang bersangkutan. Jadi, biasanya kita mengutus satu guru setelah pulang sekolah, atau teman-temannya yang kerumah untuk menyampaikan apa saja yang dipelajari,” ungkapnya.

Diketahui, berdasarkan data yang terhimpun Aegis merupakan anak yang cukup berprestasi di sekolah, dimana dalam kesehariannya anak itu dikenal gampang bergaul dan pintar di sekolah.

Selain itu ia juga anak yang mandiri, karena memang ia tinggal bersama sang nenek sejak usia tiga tahun. Aegis lahir dengan kondisi sehat pada 18 Desember 2002, dan merupakan anak yang cukup mandiri. (korankito.com/aya/fran)