Besarnya UKT Tidak Jaminan Lolos Verifikasi Unsri

VERIFIKASI : Sebanyak 714 calon mahasiswa yang lulus SNMPTN 2017 Unsri lakukan verifikasi dan registrasi di Gedung Graha, Bukit Besar, Palembang, Kamis (4/5). Foto/Wahyu.

Palembang – Besarnya uang kuliah tunggal (UKT) yang akan dibayarkan calon mahasiswa (cama) Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) bukan jaminan langsung lolos verifikasi dan registrasi.

Hal ini diungkapkan oleh Panitia Lokal SNMPTN Unsri Zulfikri Dahlan disela verifikasi hari pertama di gedung graha Unsri Bukit Besar, Palembang. Dalam verifikasi, nilai rapot cama tersebut harus sama dengan yang di upload saat pendaftaran, sebab nilai rapot itulah yang menjadi penentu kelulusannya. ‘’Disini juga akan diverifikasi besaran untuk pembayaran UKT per semester, namun yang saya tegaskan disini penentu lolos verifikasi itu nilai rapot. Bukan jumlah UKT-nya,” tegasnya, Kamis (4/5).

Kalau nilai rapot yang asli dan yang di upload berbeda, sambungnya, maka akan dibawa dalam rapat bersama pimpinan dan terancam tidak lolos verifikasi.

“Kalau rapot asli dan PDSS tidak sinkron tergantung banyaknya kesalahan, sebab ada kesalahan manusia yang pengisian nilainya bisa tertukar antar mata pelajaran. Anak itu dinyatakan tidak lolos kalau ada motif tertentu dari sekolah, bahkan sekolahnya akan disanksi selama dua tahun tidak boleh daftar di PTN melalui SNMPTN atas rekomendasi PTN yang ditujukan kepada panitia pusat,” imbuhnya.

Menurutnya verifikasi ini berlangsung selama dua hari yang berakhir Jumat (5/5) dibagi lima program studi (prodi) per hari. Mereka (cama), sebutnya, sudah tahu jadwal kapan harus registrasi saat melihat pengumuman kelulusannya. Kalau pun tidak sempat hari ini dikarenakan jarak yang jauh, maka ditunggu paling lambat sampai 6 Mei pukul 18.00.

“Sesuai jadwal, non bidik misi hadir hari ini dan besok. Kalau hadir semua hari ini ada 714 cama dari Fakultas MIPA, Komputer, Teknik, Hukum dan FKIP. Kalau ada yang lupa bawa rapor asli bisa ikut registrasi kembali besok dan paling lambat tanggal 6 Mei,” tukasnya.

Selain itu, Zulfikri menambahkan, ada beberapa item penilaian yang menentukan besarnya UKT seperti aset yang dimiliki, gaji orangtua, tanggungan orangtua, PBB, rekening listrik dan lain sebagainya. “Yang paling rendah itu Rp500 per semester dan yang tertinggi bisa belasan juta untuk kedokteran. Sedangkan untuk bidik misi semuanya gratis, bahkan mendapat uang saku Rp600-700 ribu per bulannya,” terangnya. korankito.com/eja/syym.