Operasional BRT di OKI Tak Diimbangi Fasilitas

OKI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) mendapat bantuan dua unit bus rapit transit (BRT) dari pemerintah pusat melalui Perusahaan Umum (Perum) Damri, namun tidak dibarengi fasilitas pendukung operasional.

Kepala Dinas Perhubungan OKI Syaiful Bahri mengungkapkan, dua BRT tersebut digunakan untuk melayani penumpang rute Tugu Mulyo – Palembang. ‘’Dua BRT itu bantuan tahun ini, jadi sekarang ada tujuh BRT yang beroperasi di wilayah Bumi Bende Seguguk,’’ ujarnya, Selasa (2/5).

Ia mengatakan, bantuan bus  Damri tersebut berkat kerja keras pihaknya dan akhirnya pihak Perum Damri merealisasikan dengan bersedia menyediakan dua  unit Bus BRT dengan rute Tugu Mulyo – Palembang. Syaiful  menyebutkan, dua BRT itu sekarang sudah beroperasi dengan pemberangkatan perdana di Loket Damri Jalan Lintas Timur Km 138, Desa Bumi Agung, Kecamatan Lempuing pekan lalu. Kendati demikian diakuinya untuk prasarana pendukung pihaknya masih mengalami kekurangan anggaran. ‘’Saat ini anggaran kita belum ada untuk membangun halte dan pasilitas lainnya, sehingga kedepan kita baru mau mengusulkan, tetapi soal terealisasi atau tidak kami belum tahu,” katanya.

Sementara itu, seorang warga Kota Kayuagung Hary (45) menyambut baik beroperasinya BRT murah, aman dan nyaman, tetapi sangat ironis jika tidak dibarengi prasarana yang memadai. ‘’Kita semua mengapresiasi adanya angkutan massal transportasi Damri di OKI yang nyaman dan murah, hanya Rp30 ribu Tugu Mulyo-Palembang, sedangkan jika angkutan umum biasa Rp60 ribu,’’ paparnya.

Ia menyarankan, hendaknya pemerintah segera benahi fasilitas pendukung untuk BRT sebab sayang mobilnya bagus tetapi pengoperasionalannya tidak profesional.  ‘’Kerap pula melanggar lalulintas mengangkut dan menurunkan penumpang disembarang tempat, hal ini bisa membahayakan keselamatan penumpang seperti contoh di depan SMAN 1 Kayuagung yang sangat rawan kecelakaan,’’ ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan Kandar (42), menurutnya cara menaikkan penumpang dan menurunkan penumpang Bus Damri bantuan pemerintah pusat tersebut terkesan semrawut, sebab tidak ada pasilitas halte terutama di Kota Kayuagung, sehingga hal ini sangat berbahaya dan merusak citra Kota Kayuagung sebagai penerima piala Wahana Tata Nugraha (WTN) penuh kategori bidang angkutan (transportasi) dan bidang lalu lintas. (Korankito.com/endri/syym)