Bisa Dipercaya

Joko Imam Sentosa : Sumsel Dukung Kemajuan Kawasan Perkotaan Wilayah Barat

foto/hms

Palembang- Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Joko Imam Sentosa menghadiri pembukaan focus group discusion (FGD) asistensi mekanisme dan lembaga kerjasama di kawasan perkotaan metropolitan wilayah barat di Batiqa Hotel Palembang, Rabu (3/5).

FGD yang dilaksanakan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemerintah daerah terkait mekanisme dan kelembagaan kerjasama antar daerah dalam rangka kerjasama pembangunan kawasan perkotaan metropolitan sebagai masukan kebijakan di pusat serta mengidentifikasi permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengelolaan kawasan perkotaan metropolitan.

Berita Sejenis
1 daripada 3.093

Plt. Sekda Provinsi Sumsel Joko Imam Sentosa mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumsel menyambut baik dilaksanakannya FGD ini, sekaligus berharap ada kerjasama yang bisa ditindaklanjuti dan menghasilkan gagasan baru untuk kemajuan kawasan perkotaan wilayah barat.

Menurutnya, Walaupun FGD ini forum diskusi yang kecil namun  harus bisa menghasilkan hal yang besar dan tidak sekedar penetapan pengembangan wilayah namun juga melalui potensi berbagai bidang yang dimiliki Sumsel dapat menghasilkan hal yang bisa dikerjasamakan.

“Walaupun diskusinya berskala kecil namun diharapan bisa berlangsung efektif, berkwalitas dan menghasilkan tindaklanjut,” harapnya.

Kasie. Fasilitasi Kawasan Perkotaan Wilayah I yang juga Ketua Panitia FGD, Nursyah Rizal mengatakan, kegiatan FGD ini berlangsung 2 sampai 4 Mei 2017 dengan peserta meliputi wakil peserta pusat dan daerah sebanyak 50 orang terdiri dari pejabat Bappeda dan pejabat Setda Kota/Kabupaten yang menangani kerjasama di kawasan perkotaan metropolitan wilayah barat.

Menurutnya, dalam FGD disajikan beberapa materi berikut narasumbernya, kemudian dilanjutkan diskusi dan tanyajawab menghimpun masukan dan saran dari para peserta.

“Kita berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rumusan sebagai evaluasi pengembangan pengelolaan khusus prioritas nasional pengembangan kawasan perkotaan metropolitan kedepan,” pungkasnya.(korankito.com/hms/mbam)