Indap Kanker, Aegis Ikut UNKP di Kasur

INDAP KANKER: Siswa SMPN 13 Palembang Aegis Adriphati Danyaksa tetap ikuti ujian nasional meskipun terserang kanker tulang, Rabu (3/5). Foto/Ejak.

 

Palembang – Salah satu siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 Palembang Aegis Adriphati Danyaksa terpaksa ikuti ujian nasional kertas dan pensil (UNKP) 2017 dirumah, pasalnya ia tengah mengidap kanker tulang ganas.

Siswa berprestasi dari SMPN 13 Palembang ini telah mengidap kanker tulang ganas sejak setahun silam dan saat ini sudah menjalar ke tulang belakangnya, sehingga ia hanya bisa terbaring di kasurnya saja. Bahkan dokter yang merawatnya pun memvonis daya tahan tubuhnya saat ini sudah mencapai 35 persen dari 100 persen normalnya kondisi orang sehat.

Dari pantauan di lapangan, Aegis terpaksa ujian di kamar tidurnya karena mengidap kanker tumor ganas, bahkan terlihat kondisinya sangat lemah. Aegis sendiri tinggal dan diasuh oleh neneknya, sedangkan ayahnya karena sudah berpisah dengan ibunya yang saat ini bekerja di luar kota, tidak diketahui dimana keberadaannya.

Tepat pukul 10.30 pengawas ujian dari sekolahnya datang ke rumahnya di Jalan Wayhitam Musi l Blok ll B, Palembang untuk mengantar naskah soal dan mengawasi Aegis menjawab tersebut. Tampak, Aegis telah bersiap menjawab semua soal dengan alat tulis yang sudah disiapkan neneknya di samping tempat tidur menggunakan pakaian putih bergaris biru kesayangannya.

Sang nenek Masayu Nurilah Murni mengungkapkan, cukup sedih melihat kondisi cucunya. Apalagi kedua orangtua Aegis sudah berpisah dan ayahnya pun tidak tahu dimana keberadaannya. Ia pun bersyukur karena teman cucunya tersebut rajin mengunjunginya. “Saya bersyukur, Aegis masih bersemangat untuk sekolah. Apalagi teman-temannya juga sering besuk, makanya ia tetap ingin lanjut sekolah,” ujarnya, Rabu (3/5).

Dikatakannya, cucunya mempunyai prestasi yang membanggakannya sewaktu sehat, bahkan Aegis pernah menjadi juara cerdas cermat tingkat kota dan dari kelas VII selalu ranking tiga besar. “Saat kelas IX juga masuk kelas unggulan. Prestasinya selalu membuat saya bangga. Semoga saja ia lekas sembuh dan bisa menggapai cita-citanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Aegis mengatakan, dirinya sempat ditawari dokter untuk amputasi setelah didiagnosa mengidap kanker tulang ganas, namun ia tolak. “Sejak setahun lalu saya sudah merasa sakit di bagian kaki, namun saya paksakan sekolah. Setelah berobat dan terpeleset di rumah sakit barulah diketahui kalau saya mengidap kanker. Saya ditawari amputasi tapi saya tolak,” katanya dengan senyum simpulnya.

Diakuinya, dirinya tetap semangat untuk ujian ini karena dukungan dari teman-temannya. “Kalau sembuh saya ingin jadi pilot. Itu juga yang jadi penyemangat saya,” pungkasnya. korankito.com/ejak/syym.