Bisa Dipercaya

Curi Motor, Terkapar Diterjang Timah Panas

Palembang-Berdalih tidak memiliki uang untuk membayar utang sebesar Rp2 juta, Satria (27), nekat mencuri sepeda motor di depan RSUD Palembang BARI, Jalan Panca Usaha, Kecamatan SU I, Palembang.

Atas ulahnya itu, bapak dua anak yang tinggal di Desa Mangsang, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin​, Sumsel ini, ditangkap Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek SU I, Palembang.

Namun, karena melawan dan berusaha kabur dari sergapan anggota kepolisian, saat ditangkap di kawasan Pasar Plaju, Satria terpaksa harus dilumpuhkan dengan dua butir timah panas.


Di hadapan petugas, tersangka mengaku baru satu kali melakukan aksi pencurian sepeda motor. Itupun, ia lakukan lantaran kepepet tidak mempunyai uang untuk membayar utang kepada temannya berinisial S.

“Baru satu kali, terpaksa karena tidak mempunyai uang untuk bayar utang dengan S sebesar Rp2 juta, jadi S menyuruh saya untuk curi motor,” kilahnya saat gelar perkara di Polsek SU I Palembang​, Selasa (2/5) siang.

Menurut Satria, sebelum mencuri motor ia dijemput oleh S di rumah dan langsung diajak ke Palembang untuk melancarkan aksinya tersebut, Kamis (27/4) sekitar pukul 17.00.

“Besoknya, sekitar pukul 09.00 kami mulai beraksi dengan cara berjalan kaki di lokasi kejadian sambil melihat-lihat motor yang akan kami curi,” tambah Satria sambil meringis kesakitan.

Kemudian, ketika berada di depan RSUD Palembang BARI, ia melihat sepeda motor Honda Beat warna​ merah yang kunci kontaknya masih menggantung  di sepeda motor tersebut.

“Melihat motor itu, saya langsung mengambilnya dan saya berikan kepada S. Kami pun melarikan​ diri ke arah kawasan Tegal Binangun. Saya pinjam uangnya untuk biaya berobat anak,” akunya.

Sementara itu, Kapolsek SU I Palembang Kompol Mayestika Hidayat melalui Kanit Reskrim Iptu Azwan mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan pelaku, sedang temannya berinisial S masih dalam pengejaran.

“Dia memang berasal dari kampung, datang ke Palembang untuk mencuri sepeda motor. Modus yang digunakannya dengan cara jalan kaki mencari sepeda motor yang ada kuncinya,” katanya.

Barang bukti yang berhasil diamankan petugas adalah satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah milik korban. “Tersangka akan kita kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” pungkasnya.(korankito.com/depe/drsd)