Bisa Dipercaya

Pelanggan Listrik Tunggak Rp21 Miliar

Manager Area Lahat, Rayon Pendopo, Kecamatan Talang Ubi M Rasyid. Foto/hms

PALI –Pelanggan listrik di Kabupeten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI) menunggak pembayaran Rp21 miliar.

Menurut Manager Area Lahat, Rayon Pendopo, Kecamatan Talang Ubi M Rasyid tunggakan pelanggan PLN di Kabupaten PALI terbesar dari unit-unit lainnya.

‘’Omset PLN area Lahat di Rayon Pendopo ini kurang lebih Rp4 miliar, sedangkan tunggakannya Rp21 miliar. Diantaranya ada satu desa tunggakkannya mencapai Rp5 miliar,’’ ujarnya, Selasa (2/5).

Ia mengaku, sudah melayangkan surat kepada pelanggan dan juga Pak Bupati sudah memanggil kepala desanya, namun sampai saat ini belum ada kesadaran bagi masyarakat.

Rasyid  mengimbau kepada pelanggan PLN di wilayah ini untuk dapat membayar tagihan rekening listriknya tepat waktu, guna menghindari pemutusan sambungan. ‘’Selain itu kita terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi penunggakan ini,’’ ungkapnya.

Rasyid menjelaskan, dari total tagihan di Kabupaten PALI. 10% dikembalikan ke Pemerintah Kabupaten PALI  sebagai pendapatan daerah). Tentunya dari total tersebut untuk membangun Kabupaten PALI. ‘’Artinya, bagaimana pemerintah bisa membangun kalau kesadaran pelanggan untuk membayar listrik masihkKurang,’’ tegasnya.

Sementara itu, puluhan pohon karet milik PTPN VII  di lokasi afdeling I ditebang untuk mengantisipasi gangguan listrik di Jalan Lintas Penghubung Betung-Sekayu, Selasa (2/5).

Terkait hal tersebut, pihak PTPN VII Unit Betung menyayangkan penebangan pohon karet tersebut, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

Menurut Manager PTPN VII Unit Betung Bagus Baru Soko, pihaknya sudah meninjau lokasi pohon yang ditebang, ternyata setelah ditebang baru ada pemberitahuan berupa surat edaran  Bupati Banyuasin terkait program  pemerintah tidak ada Pemadaman Listrik.

‘’Apapun kegiatan  pemerintah  terkait  masalah  Listrik di wilayah Kabupaten  Banyuasin kita dukung, namun sangat disayangkan pihak PLN tidak ada koordinasi dengan kita untuk penebangan pohon karet yang dianggap mengganggu  jaringan listrik,  kita juga akan melapor ke pihak direksi atau distrik berapa  jumlah pohon yang dipotong, ini malah sudah dipotong baru ada surat edaran dari bupati,’’ tegasnya.

Bagus  menambahkan, tidak mempermasalahkan  pemangkasan atau pemotongan pohon karet milik PTPN VII,  hanya saja kurang koordinasi. ‘’Mereka hanya  melapor  ke pihak  keamanan  perusahaan. Harusnya  dibicarakan tingkat pimpinan,  berdasarkan  data  laporan karyawan, pohon yang ditebang sebanyak 77 batang dilokasi Afdeling I,’’ paparnya. (imam/heri/syym)

Berita Sejenis

SMP Karya Ibu Gelar Siraman Rohani

Heboh! Diduga Mabuk, Begini Kelakuan Ayu Ting Ting Kepada…

Muba Raih Penghargaan Peduli HAM

1 daripada 3.071