100 SD di Palembang Kurang Layak Pakai

Palembang – Sebanyak 100 sekolah dasar (SD) negeri di Kota Palembang kurang layak pakai, mulai rusak ringan hingga rusak parah. Bahkan ada 100 SD yang belum lengkap sarana dan prasarananya.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang Ahmad Zulinto saat dikonfirmasi awak media seusai menghadiri pembinaan Kepala SMA dan sederajat oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin di aula Griya Agung, Selasa (2/5).

Menurutnya, di Kota Palembang totalnya ada 248 SD dan 58 sekolah tingkat pertama (SMP) berstatus negeri. Sayangnya ada sekitar 100 bangunan SD sudah dalam kondisi lapuk dan rusak dan juga 100 SD ini juga tidak dilengkapi sarana dan prasarana sekolah yang umumnya ada seperti laboratorium dan perpustakaan.

“Kondisi yang memperihatinkan dan kekurangan memang didominasi tingkat SD, karena awalnya sekolah-sekolah ini rata-rata dibangun dengan menggunakan papan. Sedangkan untuk SMP dicatat masih dalam kondisi bangunan yang wajar, meski ada yang rusak bangunannya namun dalam kategori ringan,” ungkapnya.

Diakuinya, sekolah dengan bangunan yang rusak menyebar di semua kecamatan di Kota Palembang, baik di Ulu dan di Ilirnya. Kawasan Ulu adalah dominasi lokasi sekolah rusak. Sejak sekolah dibangun hingga kini memang jarang ada perbaikan maupun rehabilitasi. Sebab ada Inpres 83 yang menekan hal itu. Tapi sejak dua bulan terakhir ini jadi perhatian pihaknya atas arahan Walikota Palembang, pihaknya konsen untuk memperbaiki dan membangun kembali bangunan sekolah yang ada. “Tahun ini kami mengucurkan Rp120 miliar anggaran untuk perbaikan dan pembangunan kembali sekolah yang rusak. Adapun anggaran tersebut sebagai upaya agar dapat mengejar rencana Walikota Palembang membereskan masalah bangunan sekolah, sarana dan prasarana sekolah tingkat dasar yang rusak. Sejak 2016 lalu ada 70 sekolah yang sudah dibangun kembali,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo mengaku, saat ini ada 17 – 20 persen SMA dan SMK yang rusak bangunannya serta peralatan mobiler, ruang belajar tak mencukupi, alat pendidikan masih banyak yang kurang dan sebagainya. Sedangkan untuk tingkat SD se-Sumsel lebih dari 30 persen yang rusak. “Kami sudah meminta kepada seluruh kepala daerah untuk memulai perbaikan sekolah-sekolah yang rusak. Pemisahan kewenangan saat ini diharapkan dapat memaksimalkan anggaran masing-masing untuk perbaikan sekolah,” tegasnya.

Sedangkan, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengaku sudah menyampaikan agar setiap kepala daerah mempercepat upaya perbaikan gedung sekolah, pemerataan akses pendidikan dan melengkapi sarana belajar.

“Bukan mengimbau tapi saya sudah mengintruksikan. Bupati Walikota harus bisa mengambil tindakan untuk perbaikan sekolah rusak dan pembangunan sekolah baru agar siswa nyaman dalam belajar,” tandasnya. (korankito.com/ejak/syym)