Peringatan Mayday, Ratusan Massa KASBI Banyuasin Bergerak Menuju Palembang

Banyuasin – Sedikitnya 600 massa buruh  yang tergabung kedalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kabupaten Banyuasin ikut ambil bagian dalam peringatan Hari Buruh Internasional untuk menyampaikan aspirasi dan keinginan kaum buruh khususnya kepada perusahaan dan pemerintah umumnya.

Dimana ke-600 massa KASBI Kabupaten Banyuasin ini akan melakukan aksinya di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Benteng Kuto Besak (BKB) dan Bundaran Air Mancur (BAM), Senin (1/5).

Salah satu peserta aksi Irawan mengatakan massa akan bergerak menuju ke Kota Palembang. Sedangkan gerbang Pemkab Banyuasin Kel. Kayuara Kuning Banyuasin III, hanya sebagai titik kumpul seluruh massa saja.

“Disini hanya sebagai titik kumpul saja. Selanjutnya kami aksi ke BKB dan BAM dan akan dikawal dari Polres Banyuasin,” ujarnya.

Ia menjelaskan dalam aksi kali ini KASBI Banyusin menurunkan lebih kurang 600 massa buruh yang tergabung kedalam KASBI.

“Ada 7 truk, 5 bus sedang dan 2 pickup yang akan membawa massa aksi ke Palembang,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi saat diminta konfirmasinya melalui Kasatlantas AKP Asep Supriadi mengimbau massa KASBI dalam menggelar aksinya tidak anarkis.

“ini Mayday, hari buruh nasional. Kami persilahkan mereka aksi, namun tetap santun dan tidak anarkis, baik dijalan maupun ketika tiba dilokasi aksi,” jelasnya.

Selain itu juga Andri juga mengimbau massa untuk berhati-hati diatas kendaraan. Dan tetap mengutamakan kesematan.

“Makanya kami meminta kepada pimpinan aksi, agar peserta aksi untuk tidak duduk diatas bus karena berbahaya,” paparnya.

Berikut tuntutan buruh pada Mayday 2017:

  1. ToIak System Pemagangan, Cabut Permenaker No.36 Tahun 2016
  2. Cabut PP No.78 Tahun 2015
  3. Cabut Inpres No.9 Tahun 2013
  4. Hentikan Kekerasan & Diskriminasi Terhadap Buruh Perempuan
  5. Optimalisasi Kinerja Pengawasan Ketenagakerjaan
  6. Bongkar Kebrobokan PHI

7. Angkat Seluruh Tenaga Honorer/Pegawai PTT Pemerintahan Menjadi PNS Tanpa Terkecuali

  1. Lindungi Buruh Migrant Indonesia Dan Keluarganya. (korankito.com/waluyo/amel)