Bisa Dipercaya

Selamat! Aplikasi Panic Button Pertama di Indonesia

Foto/hms

Palembang – Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengapresiasi yang setingi-tingginya kepada Polda Sumsel yang sudah menerapkan Aplikasi IT atau Polisi Wonk Kito.

Aplikasi Polisi Wonk Kito dilaunnching secara resmi dengan menekan sirine oleh Kapolri, Tito Karnavian bersama Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, Kapolda Sumsel, Agung Budi Maryoto dan Ketua DPRD Sumsel H.M Giri Ramanda N Kiemas di Ruang Catur Sakti Mapolda Sumsel, Jumat (28/4).

Tito menjelaskan, program aplikasi berbasis IT atau Polisi Wonk Kito sebetulnya program sejak menjadi Kapolri.  “Memang program ini sebetulnya program sejak saya menjabat Kapolri untuk dilaksanakan. Selain itu, Presiden RI, Joko Widodo menghendaki kehadiran negara yang rill kepada masyarakat. Salah satunya keinginan Presiden adalah kehadiran negara yang nyata di masyarakat. Maka itulah salah satunya adalah pelayanan publik.”ujarnya.

Berita Sejenis

Tertipu, Uang Rp200 Juta Melayang

Ditinggal Belanja, Motor Kesayangan Raib

Setahun Buron, Pencuri Burung Kacer Diringkus

1 daripada 3.076
Foto/hms

Sebelumnya, Gubernur Alex Noerdin mengucapkan selamat kepada Polda Sumsel yang sudah meluncurkan aplikasi android Panic Button pertama di Indonesia. “Sangat menggembirakan karena kita menuju polisi yang profesional, metropolitan, berstandar internasional karena Palembang bakal menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Selamat kepada Polda Sumsel selamat kepada polisi,”ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel, Agung Budi Maryoto melaporkan, saat ini yang sudah mendownload aplikasi IT atau Polisi Wonk Kito sudah mencapai 10.000.

Dijelaskannya, Aplikasi Polisi Wonk Kito bisa dengan mudah diunduh ke semua HP android melalui Playstore. Didalam aplikasi ini ada 11 fitur layanan publik seperti tombol darurat atau panic button, informasi lalu lintas, pengurusan SKCK secara online, cek pajak kendaraan online, informasi arus lalu lintas, laporan masyarakat tentang kemacetan dan lakalantas serta perkembangan penyidikan kasus yang dilaporkan kepada kepolisian.

“Ini satu aplikasi dengan multi fungsi. Diharapkan berdampak baik dalam membantu pelayanan kepada masyarakat,”pungkasnya.(Korankito.com/hms/mbam)