Tak Miliki Dokumen Imigrasi, WNA Pakistan Segera Diadili

foto/ujang

Lahat- Setelah melalui proses penyidikan, Tim Pora Kantor Divisi Imigrasi Muaraenim menyerahkan berkas serta tersangka Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan ke Kejaksaan Negeri Lahat. Penyerahan WNA ini yang diterima langsung oleh Kajari Lahat melalui Kasi Pidana Umum Kristianto Trinoviandri, Kamis (27/4).

Penyerahan berkas dan tersangka atas nama Kamran Asin dilakukan oleh Trisna Gunawan sebagai Kasubsi Pengawasan sekaligus penyidik Kantor Imigrasi Kelas II Muaraenim dan disaksikan oleh Eti Andriani, selaku Kepala Divisi Keimigrasian Kantor wilayah Kemenkuham Sumsel dan Telmaizul Syafri, selaku Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Muaraenim.

“Penyerahan berkas perkara serta tersangka ini sudah berdasarkan hasil penyidikan dan konfirmasi ke pihak Dirjen Imigrasi dan juga kedutaan Negera Pakistan. Kamran Hasim ini memang tidak memiliki dokumen resmi tentang keimigrasian,” ujar Trisna.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Muaraenim Telmaizul Syafri menambahkan, sepanjang sejarah terbentuknya kantor imigrasi Muaraenim, baru kali ini menangani perkara orang asing sampai tahap projustisia.

“Tentunya ini berkat kerjasama yang baik antarlembaga maupun internal imigrasi Muaraenim. Terutama di Tim Pengawasan Orang Asing (PORA). Semoga dengan adanya kasus ini, akan membuat efek jera bagi orang asing untuk tidak semaunya masuk ke Indonesia tanpa dokumen keimigrasian yang resmi,” jelas Telmaizul.

Menurut Telmaizul, imigrasi memiliki empat fungsi dalam tugasnya. Pertama turut berkontribusi dalam menjaga keamanan negara dari masuknya warga asing yang tidak memiliki dokumen resmi, kedua sebagai pelayanan masyarakat dalam membuat dokumen keimigrasian. Kemudian berfungsi membantu dalam penegakan hukum negara.

“Nah yang terakhir, kita memfasilitasi lancarnya roda pembangunan di Indonesia, dengan memberikan kenyamanan terhadap investor asing yang mau menanamkan modalnya di Indonesia ini,” tegasnya.

Kajari Lahat Helmi melalui Kasi Pidana Umum Kristianto Trinoviandri, mengatakan, pihaknya secepatnya akan kita lakukan pemberkasan, setelah itu dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Lahat.

Tim Pengawasan Orang Asing mengamankan tersangka saat berada di rumah orangtua istrinya, di Desa Sadan, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat.

Pihak imigrasi  mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada WNA yang tinggal sejak tiga bulan yang lalu dan tidak memiliki syarat keimigrasian yang lengkap. Setelah dipastikan ilegal, WNA ini kemudian diamankan.(korankito.com/ujang-lahat/drsd)