Pemilik Showroom Dalangi Peredaran Narkoba

Foto/denny

Palembang-Sebuah showroom mobil BSA yang terletak di Jalan Alamsyah Ratu Prawira, Kecamatan IB I, Palembang, yang menjadi tempat penyimpanan narkoba, digrebek anggota Badan Narkotika Nasional​ Provinsi (BNNP) Sumsel.

Penggrebekan itu, berawal saat anggota BNNP Sumsel menangkap AA, E, dan HP di Perumahan Kenten Azhar, Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.
Tersangka HP harus merenggang nyawa, lantaran mencoba melawan petugas BNNP Sumsel yang melakukan pengangkapan terhadapnya.
Selain ketiga pelaku, polisi juga mengamankan 10.213 gram narkoba jenis shabu shabu dan 29.427 butir pil ekstasi berwarna merah muda.

Kemudian, BNNP Sumsel langsung melakukan pengembangan dengan menggrebek showroom tersebut, dan mengamankan pemilik showroom yang sekaligus diduga otak peredaran barang haram itu.

“Pemilik showroom merupakan penggerak utama jaringan ini, semua barang yang masuk atas perintah dia, dan disebar melalui ketiga tersangka AA, E dan HP,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

Dalam pers rilis di Polda Sumsel, Kamis (27/4) siang, Agung mengatakan dari hasil pemeriksaan oleh anggotanya, para tersangka kasus shabu-shabu tersebut merupakan jaringan internasional yang dipasok untuk diedarkan di Indonesia.

“Barang mereka masuk dari Aceh, kemudian melalaui jalur darat dikirim ke Palembang untuk diedarkan di sini. Kelompok mereka ini merupakan jaringan narkoba internasional,” katanya.

Lebih lanjut, Kapolda mengatakan, di tempat lain tepatnya depan hotel Malqis Jalan Ahmad Yani, Kelurahan SU I Palembang pihaknya juga mengamankan 2Kg shabu-shabu dan 18.100 pil ekstasi.

“Di sana kita mengamankan satu tersangka berinisial MI dan dia ini merupakan satu jaringan yang kita tangkap sebelumnya,” tambah mantan Kakorlantas Mabes Polri ini.

Sementara itu, Kepala Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari menambahkan, dalam catatan BNN, provisin Sumsel masuk diranking ke 11 peredaran narkoba dalam jumlah terbesar di Indonesia.

“Sumsel memang wilayah transit peredaran narkoba, walaupun tidak semuanya untuk dikonsumsi. Kalau di daerah Sumatera ini, yang paling rawan peredaran narkoba di pantai timur dan utara,” tutupnya.(korankito.com/depe/drsd)