Lecehkan Wartawan, Guru Minta Maaf

Foto/hafiz

Muaraenim-Gara-gara melecehkan wartawan yang ada di Kabupaten Muaraenim, Drs Huzairin, guru SMKN 2 Muaraenim, sempat menjadi buah bibir di kalangan pewarta setempat.

Beruntung belum sempat dibawa ke ranah hukum, permasalahan ini cepat diselesaikan setelah dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan. Permohonan maaf disampaikan di hadapan puluhan wartawan, Kamis (27/4), di Gedung SMKN 2, Muaraenim.

Sebelumnya, Huzairin pada tanggal 10 April 2017 lalu mengucapkan, perkataan yang menyinggung wartawan dan LSM di hadapan puluhan kepala sekolah tingkat SD di SMKN 2 Muaraenim.

“Jangan terlalu dekat dengan wartawan dan LSM mereka adalah semut gatal dan suka memeras menjadikan mesin ATM,” ujar Huzairin saat itu.

Hal itu didengar oleh salah satu anggota PWI Muaraenim Khairlani dan dilakukan klarifikasi oleh Huzairin permohonan maaf di hadapan para kepala sekolah SD yang mendengar saat itu.

“Di hadapan bapak bapak ibu  saya cabut perkataan itu saya mohon maaf dengan tulus kepada bapak ibu guru kalau ada sanak keluarga mungkin tersinggung dengan perkataan saya saat itu. Saya Huzairin mohon maaf setinggi tingginya saya mohon maaf yang setulus-tulusnya kepada rekan rekan wartawan dan LSM dan menjadi pengalaman saya,” ujar Huzairin

Dalam permohonan maaf itu langsung ditanggapi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Muaraenim Andi Candra SE dan ketua Komonitas Jurnalis Muaraenim (KJM) H Hijazi Sip.

Menurut Adi Chandra, wartawan sangat dirugikan dengan hal itu, mungkin ada keluarga, anak, istri bapak/ibu yang satu profesi mendengar perkataan itu akan terasa sakit.

“Kesalahan pasti ada pada setiap manusia, kita ambil hikmahnya, tugas dari wartawan dan LSM sebagai kontrol kami terhadap pemerintahan dan membangun,” jelas Andi.

Ketua KJM H Hijazi mengatakan, kalaupun ada oknum yang ingin memeras mengatasnamakan wartawan, ada baiknya berkoordinasi baik dengan PWI,  KJM maupun wartawan yang ada di wilayah Muaraenim.

“Jangan takut bila ada wartawan yang datang karena kita memang melaksanakan pekerjaan sesuai dengan aturan. Uang yang digunakan adalah milik negara untuk itu kami selaku kontrol keluar masuknya dana tersebut, mari kita bangun bersama Kabupaten Muaraenim,” pungkasnya.(korankito.com/hafiz-muaraenim/drsd)