Bisa Dipercaya

Perbaikan Jalan HBR Motik Telan Anggaran 6 Miliar

Palembang – Sedikitnya 30 persen jalan di Kota Palembang membutuhkan perbaikan. Salah satunya di Jalan HBR Motik Kelurahan Karya Baru Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL).

Pantauan Koran Kito, Kamis (27/4), mulai dari jalan masuk sampai dengan persimpangan menuju ke Jalan Soekarno Hatta banyak mengalami kerusakan.  Hampir disetiap titik tampak kerusakan yang sangat parah dengan kondisi jalan yang retak dan berlubang. Malah dipenghujung jalan menembus ke Jalan Soekarno Hatta yang terdapat tanjakan tampak ambles kebagian kiri jalan yang dulunya merupakan bekas galian C.
Berita Sejenis
1 daripada 22
“Ini tentu sangat berbahaya bagi pengguna jalan yang melintas disini,” ungkap Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda usai meninjau lokasi, Kamis (27/4).
Karena itu ia menjelaskan dalam waktu dekat Pemerintah Kota (Pemkot)  Palembang akan segera memperbaiki jalan yang banyak dilalui kendaraan berat milik perusahaan-perusahaan yang ada di Jalan HBR Motik. Hanya saja perbaikan baru bisa dilakukan setelah hari raya Idul Fitri mendatang. Pasalnya pihaknya dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang masih menunggu turunnya Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
“Segera akan kita perbaiki, warga yang selalu menggunakan jalan ini sebagai jalan alternatif diharapkan bersabar dan juga berhati-hati saat melintasi jalan ini,” imbaunya.
Kedepannya tambah Finda Pemkot Palembang akan memanggil perusahaan-perusahaan yang bertempat di Jalan HBR Motik ini untuk duduk bersama membahas mengenai perawatan jalan ini. Mengingat jalan ini merupakan jalan alternatif yang selalu digunakan kendaraan bertonase berat milik perusahaan sekitar untuk menuju perusahaan maupun yang akan keluar dari perusahaan.
“Kita akan ajak duduk bersama membicarakan hal ini. Kita imbau kepedulian merekalah dan mencari solusi bagaimana agar jalan ini tetap terawat dan tidak membahayakan para pengguna jalan lainnya. Kita imbaulah para perusahaan ini melalui program CSR mereka,” jelasnya.
Sementara itu Kapala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Saiful mengatakan, untuk Jalan HBR Motik, terang Saiful, pada dasarnya  tanah tinggi, tapi kiri dan kanan jalan dikeruk masyarakat untuk dijual. Jalan HBR Motik itu longsor, kalau diperbaiki percuma, sehingga butuh tembok penahan jalan.
“Sudah kita desain, kita laksanakan tahun ini juga, setelah desain selesai sekitar bulan  Juni. Pembangunan ini menelan dana Rp6 Milyar dari Dana Alokasi Khusuk (DAK),” sebutnya.
Sedangkan, untuk jalan negara yang rusak dampak pembangunan Light Rail Transit (LRT), pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan Nasional dan Waskita Karya sebagai kontraktor untuk memperbaiki jalan seperti semula.
“Kadang-kadang kita lihat yang mana bakal menyebabkan kecelakaan,  kita tidak lihat skup, tapi utama keselamatan,” ucapnya.