RSUD Bayung Lencir Tolak Pasien BPJS

RSUD Bayung Lincir kecamatan Bayung lincir  foto/heri

MUBA-Dalam urusan perawatan medis, warga Bayung Lencir sepertinya  lebih sulit. Jika mereka menderita penyakit yang cukup berat harus dirujuk  ke luar daerah karena RSUD Bayung Lencir tak memiliki dokter spesialis.

Muba-Pelayan di RSUD  Bayung Lencir, Dinas Kesehatan Kabupaten Muba, saat ini kondisinya memprihatinkan. Tidak ada pasien yang dirawat lantaran rumah sakit tidak memiliki dokter spesialis dan kurangnya sarana dan prasarana medis. Pasien yang berobat darurat terpaksa dirujuk. Rumak sakit ini juga tidak melayani pasien BPJS imbas tidak adanya dokter spesialis ini.

Berdasarkan pantauan, Selasa (25/4),  terlihat RSUD Bayung Lencir lengang. Dalam sal-sal tidak ada pasien dirawat inap, hanya ada pasien umum yang berobat penyakit ringan seperti demam.

Di ruang UGD, tidak terlihat seperti rumah sakit lain yang ramai pasien berobat. Pasien yang berobat ke RSUD Bayung Lincir  yang  sifatnya darurat di rujuk ke Rumah Sakit Jambi,  Palembang atau ada juga yang dirujuk  ke RSUD Sekayu karena tidak ada dokter spesialis yang menangani.

Sanak, warga Mendis, Kecamatan  Bayung Lencir, mengatakan, bahwa RSUD Bayung Lencir sudah lama tidak melayani pasien yang berat-berat karena  tidak ada dokter spesialis yang menanganinya. Warga yang berobat dirujuk oleh pihak rumah sakit ke Jambi, RSUD Sekayu atau rumah sakit di Palembang.

Direktur RSUD Bayung Lencir dokter Joko mengakui rumah sakitnya tidak memiliki dokter spesialis, hanya dokter umum saja. Kalau pasien yang membawa kartu BPJS, pihak rumah sakit menolak lantaran tidak memiliki dokter spesialis, karena standar pelayanan BPJS harus memiliki yang namanya dokter spesialis.

“Kita telah mengusulkan untuk dokter spesialis ke orang Dinas Kesehatan Kabupaten  Muba agar segera mengisi formasi untuk dokter spesialis. Sampai saat ini belum ada formasinya. Selain itu sarana dan prasarana medis tidak mendukung untuk dokter spesialis. Kalau dulu sebelum saya ada dokter spesialis sekarang sudah tidak ada selain
dokter umum saja,” ujarnya.

Sementara itu, Iwan Aldes, anggota DPRD Muba Komisi IV, mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan sidak ke RSUD Bayung Lencir, terkait tidak adanya dokter spesialis.

“Seharusnya RSUD memiliki dokter sepesialis, ini sampai satu pun tidak ada, akan kita panggil Kepala Dinas Kesehatan Muba. Kita juga akan sidak Pukesmas di Muba yang melakukan akreditasi terkait pelayanan dan sarana prasarana tempat kesehatan tersebut,” katanya.

Sedangkan Dr Taufik Rusidy Mkes melalui Sekertaris HM  Madali, MM, terkait masalah ini mengatakan, akan segera mengisi kembali dokter spesialis oleh pihak Dinkes. Ia mengusulkan pada menteri kesehatan untuk mengisi
formasi dokter spesialis di daerah dengan biaya dari pusat. “Kalau dari dinas akan mengusulkan pada pemerintah daerah agar segera menerima dokter spesialis dimana RSUD yang tidak memiliki dokter spesialis,” ujarnya. (korankito.com/heri-muba/drsd)