Penipuan Berkedok Arisan Online Kembali Memakan Korban

Palembang – Korban arisan online kembali bertambah, kali ini Eliza (26) bersama teman-temannya mendatangi Mapolresta Palembang, Rabu (26/4).

Kedatangan para korban ini untuk melaporkan arisan online Naura yang dikelola oleh seorang perempuan berinisial NK (24) warga Jalan Swadaya, Kecamatan IB I Palembang.

Dihadapan petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, korban menuturkan kejadian itu berawal saat korban berkenalan dengan telapor melalui jejaring sosial facebook.

Merasa tergiur dengan sistem arisan online yang dijalani terlapor, dan dijanjikan keuntungan cukup besar. Eliza pun menyetorkan sejumlah uang untuk mengikuti arisan uang dan emas yang dibuka oleh NK.

Saat tiba Eliza menarik arisan itu, terlapor tak kunjung memberikan uang yang telah dijanjikan. Bahkan, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, nomor ponsel NK sudah tidak aktif lagi.

“Kami pun sempat mendatangi toko miliknya yang berada di Jalan Inspektur Marzuki, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan IB I Palembang, dia tidak ada hanya ada pegawainya saja dan tidak tahu keberadaan NK,” katanya.

Atas kejadian itu, ia mengalami kerugian mencapai Rp11 juta. “Kami juga datang ke rumah mertuanya. Namun, dia juga tidak ada. Saya harap pelaku cepat ditangkap,” tambah Eliza.

Ditambahkan teman korban Dwi (22) warga Jalan Kol H Burlian, Kecamatan Sukarami Palembang. Ia mengikuti arisan online tersebut sejak lima bulan yang lalu.

“Saya ikut di bulan 11, seharusnya 31 Maret tadi sudah mendapat uang sebesar Rp10 juta, akan tetapi sampai sekarang uang yang dijanjikan itu tidak dia berikan kepada saya,” ujar Dwi.

Ketika dihubungi, terlapor pun selalu memiliki banyak alasan. Lalu, dirinya bersama korban lainnya coba mendatangi rumah mertua dan butiknya namun tidak mendapatkan terlapor disana.

“Saya lihat di akun instagramnya dia malah jalan-jalan bersama anak dan keluarganya pak. Dan dihubungi sudah tak bisa lagi. Bahkan, saya sempat dimarahinya karena datang ke rumah mertuanya,” jelas Dwi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban dan akan segera ditindaklanjuti oleh anggota.

“Laporannya sudah kita terima dan akan segera kita lakukan penyelidikan termasuk memeriksa saksi yang ada,” tutupnya. (korankito.com/depe/amel)