Kemiskinan Menurun, Musirawas Bidik Status Daerah Maju

Foto/dhia

Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kabupaten Musirawas diawali rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Mura yang dipusatkan di gedung sekretariat DPRD Mura yang beralamat di Jalan Lintas Muara Beliti, Kabupaten Mura, Kamis (20/4).

Dari total 40 anggota DPRD Mura, 7 di antaranya tidak hadir.  Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Mura Yudi Fratama didampingi dua wakilnya Yuzakir Mahmud dan Ismun Yahya.

Rapat paripurna yang dihadiri Gubernur Sumsel H Alex Noerdin sekaligus meresmikan gedung DPRD Kabupaten Mura yang ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.

Bupati Mura Hendra Gunawan dalam sambutannya menjelaskan, sebagai Bupati Mura yang ke-21, dirinya terus berupaya membangun Kabupaten Mura dengan semangat kerja yang tinggi. Ini dibuktikan dengan jargon, ‘Ayo Kerja Kerja Kerja Kerja Kerja’.

“Cermati setiap kekurangan yang ada sebagai semangat untuk membangun Mura di segala sektor menuju Musirawas Sempurna yang gemilang,” tegas Bupati.

Foto/dhia

Saat ini angka kemiskinan di Kabupaten Mura yang dikenal dengan Lan Serasan Sekantenan menurun dari tahun ke tahun. Menurunnya angka kemiskinan ini menunjukan semangat kerja dari warga Musirawas.  Dengan kenyataan ini bukan tidak mungkin pada 2018, Kabupaten Mura bisa keluar dari status daerah tertinggal.

“Total gas di Sumsel lumayan tinggi, 30 persen di antaranya berasal dari Kabupaten Mura,” tambahnya.

Sementara itu Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menjelaskan, di Musirawas ada motivasi dan semangat untuk membangun. Baru satu tahun memimpin pasangan Hendra Gunawan-Suwarti sudah banyak yang dilakukan ini ditunjukan dengan jargonnya A5. Terlebih jargon Mura sempurna bila terwujud maka artinya bupati dan wakilnya punya semangat membangun daerah yang tinggi.

“Untuk mewujudkan Mura yang sempurna visi dan misinya, antara eksekutif dan legislatif harus sejalan.  Ini harus tetap dijaga agar program kerja dilaksanakan sejalan dan terarah,” jelasnya.

Foto/dhia

Alex menambahkan, memimpin daerah tidak hanya didasari dengan semangat kerja saja, sebab untuk membangun Sumsel maupun Kabupaten Mura tidak akan cukup bila kepala daerahnya hanya mengandalkan APBD. “Pemimpin harus punya semangat kerja, lobi yang kuat dan berani ambil resiko artinya pemimpin di tiap daerah harus punya daya saing untuk bisa sejajar dengan daerah lain yang lebih maju,” tegasnya.adv/dhia