Kapolda Lepas Keluarga Korban Penembakan

Foto/annisa

Palembangkorban penembakan oknum polisi, Novianti (35) dan Dewi Alina (39) bisa bernapas lega. Setelah sempat dirawat di rumah sakit selama sepekan, kondisinya terus membaik hingga pada Selasa (25/4), keduanya diizinkan pulang.
Novi dan Dewi dilepas Kapolda Sumatera Selatan Irjen Agung Budi Maryoto dan jajaran. Menurut Kapolda Agung, kedua korban penembakan telah dinyatakan sehat usai menjalani pengobatan. Secara psikis, dia juga dinyatakan normal.

“Dokter menyatakan keduanya sudah sehat. Dari hasil tes psikologi juga sudah sehat tidak ada masalah lagi, tinggal butuh istirahat saja di rumah,” ujar Agung saat melepas kepulangan korban beserta keluarganya di RS Bhayangkara, Palembang.

Agung memastikan, menjamin seluruh biaya pengobatan korban, termasuk biaya kontrol rutin. Satu bulan ke depan, pihaknya akan menjemput dan mengantar korban untuk pemeriksaan lanjutan.

“Kontrol lagi satu bulan ke depan, semua kita tanggung. Kita akan jemput dari rumah dan diantarkan lagi setelah selesai berobat. Itulah bentuk tanggung jawab kami terhadap para korban,” ucapnya.

Kondisi serupa juga dialami korban Gatot Sundari alias Diki (29), sopir yang mengendarai mobil Honda City BG 1488 ON yang menjadi korban penembakan oknum polisi Brigpol KE, bersama enam anggota keluarga lainnya mulai membaik. Pada Selasa kemarin, Diki yang ditembak di bagian lambung mulai bisa makan.

“Secara garis besar kondisi Diki cukup bagus, hari ini mulai kita latih untuk makan makanan lunak. Kita akan lihat perkembangan hari ini dan tidak menutup kemungkinan besok sudah up.  Artinya baik infus maupun peralatan medis sudah bisa dilepas,” ujar Direktur RSUD dr Sobirin dr Harun.

Hanya saja meski kondisi Diki telah membaik sopir korban penembakan oknum polisi tersebut 2 sampai 3 hari ke depan masih akan ditempatkan diruang ICU.

“Untuk proses pemulihan sampai diperbolehkan pulang masih harus menunggu hasil pemeriksaan dokter. Diki sudah bisa diajak berkomunikasi tetapi masih terbatas seputar keluhan yang dirinya rasakan. Dari pihak kepolisian juga belum bisa minta keterangan dari Diki lebih banyak karena kondisinya memang belum memungkinkan. Yang jelas kita akan lihat perkembangannya sampai bisa dipindahkan ke ruang observasi,” tambahnya.

Hingga saat ini dijelaskan dr Harun belum ada pihak keluarga yang menjenguk Diki, hanya keluarga angkatnya dari Kecamatan Belitar Kabupaten Rejang Lebong yang datang menjenguk.

Sekedar mengingatkan, satu keluarga yang mengendendari mobil Honda City warna hitam nopol BG 1488 ON diberondong tembakan polisi di Jalan HM Soeharto, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Selasa (18/4) lalu. Peristiwa yang menyebabkan dua korban tewas dan 4 korban kritis.(korankito.com/dhiah/anissa/drsd)