Ini Dia, Pengakuan Pembunuh Wanita di Penginapan Siang Malam

Sukri, tersangka pembunuh kekasihnya di kamar penginapan Siang Malam saat diamankan di Polres Banyuasin.foto/waluyo

Banyuasin-Selesai sudah pekerjaan rumah dalam perburuannya terhadap Sukri (41), sang predator terhadap pasangan mesumnya Mirna di kamar nomor 23 penginapan Siang Malam, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Sukri berhasil ditangkap di tempat persembunyian di wilayah Provinsi Kepri oleh tim Buser yang langsung dikomandoi Kasatreskrim Polres Banyuasin AKP Dwi Satya yang bekerjasama dengan anggota polres setempat.

“Ya kami butuh waktu 10 hari untuk menemukan jejak sang predator itu, melalui berbagai informasi dan alat bukti serta kecerdasan anggota akhirnya bisa tepat pada sasaran untuk menangkapnya. Trsangka melakukan perlawanan saat hendak dijinakkan, maka dihadiahi timah panas pada kedua betisnya, ” ungkap Kasatreskrim.

Di hadapan petugas, Sukri, mengakui semua perbuatannya. Selain membunuh Mirna yang juga kekasihnya, Sukri juga merampas perhiasan milik Mirna.

Polres Banyuasin saat menggelar jumpa pers terkait kasus pembunuhan di penginapan Siang Malam.foto/waluyo

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Jumat (14/4) sekitar pukul 13.00, Sukri lebih dulu masuk ke kamar 23 penginapan Siang Malam, Betung. Kemudian Mirna datang dari Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, pada Jumat malam.

Setelah bertemu di kamar, mereka sempat menggunakan narkoba. Kemudian Sukri sempat meminta korban melakukan hubungan intim layaknya sepasang suami istri. Namun oleh korban ditolak karena sebelumnya korban mengaku telah melakukan hubungan badan dengan teman kencannya di wilayah Babat Toman.

Penolakan korban ternyata membuat Sukri naik pitam. Ia pun mengambil pisau dari dalam tas miliknya dan menghujamkannya ke dada korban dan mencekiknya.

Tak sampai di situ, tersangka Sukri yang sudah kerasukan setan secara membabi buta menusukkan pisaunya ke bagian punggung Mirna hingga belasan kali. Bahkan kepala Mirna juga dibenturkan hingga retak.

Untuk mengelabui petugas penginapan, Sukri berusaha memperpanjang sewa kamarnya Rp80 ribu. Kemudian ia meninggalkan kamar sekitar pukul 13.00 menuju ke arah Palembang dengan menumpang ojek. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya naik bus dan turun di Kota Pangkalan Balai untuk menjual barang perhiasan milik Mirna.korankito.com/waluyo/drsd