Didor, Begal Joni Iskandar Tobat

Foto/dhia

Lubuklinggau-Berakhir sudah petualangan ‎tersangka begal Joni Iskandar (23). Warga Gang Kelingking, RT01, Kelurahan Jukung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I ini, dalam tiga tahun belakangan menjadi buruan polisi.


‎Pelaku begal sadis yang tak segan melukai korbannya ini terpaksa dihadiahi sebutir timah panas di kaki kanannya karena melawan petugas yang akan menangkapnya. ‎Sementara rekannya, Rozian Dian Fajar dan Iman sudah terlebih dahulu ditangkap petugas.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Wakapolres, Kompol Andi Kumara dan Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin, mengungkapkan, ‎tersangka Joni Iskandar ditangkap di Kelurahan Jukung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.

“Tersangka Joni merupakan DPO begal motor sejak tahun 2014 lalu. Sedangkan rekannya, Rozi dan Iman sudah terlebih dahulu ditangkap. Dari tersangka berhasil diamankan satu bilah senjata tajam jenis pisau,” ujarnya, Selasa (25/4).

‎Saat beraksi, tersangka Joni dan kedua rekannya memberhentikan laju sepeda motor Yamaha Vega BG  31 25 HE yang dikendarai korban Suwarno (22), di Jalan Poros Timur dekat SMAN 6. Diduga korban melawan, tanpa banyak bicara tersangka Joni menusuk rusuk korban.

“Ya, korban saya tusuk dari belakang karena melawan. Saya benar-benar tobat, tidak mau lagi mengulanginya,” kilah Joni.

Kinerja Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga dan jajarannya dalam memberantas kasus curat, curas dan curanmor patut diapresiasi. Pasalnya hanya dalam jangka waktu 1 X 24 jam berhasil mengungkap 6 kasus kriminal dan menangkap 4 tersangka. Antara lain, tersangka Arya Permana (34), warga Jalan Pelita Jaya, RT 03, Kelurajan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat 1.

Kemudian tersangka Khoirul alias Irul (34), ‎warga Jalan Puskesmas Taba, RT 04, Kelurahan Cereme Taba dan tersangka Riko Adi Putra (24), warga Jalan Cinta Damai, RT 01, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.(korankito.com/dhia/drsd)