Brigadir K Ditetapkan Sebagai Tersangka

Palembang – Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Polda Sumsel akhirnya menetapkan Brigadir K sebagai tersangka kasus penembakan terhadap mobil Honda City yang terjadi di Kota Lubuklinggau​.

“Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, Brigadir K pun langsung ditahan di Polda Sumsel,” ucap Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat mengunjungi korban di RS Bhayangkara, Jumat (21/4).

Lebih lanjut, Agung mengatakan Brigadir K terancam dikenakan Pasal 359 Jo 360 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun hukuman penjara.

“Untuk proses hukumnya, akan kita lakukan hukum pidana seperti umumnya dan kasus ini akan secepatnya kita limpahkan,” tegas mantan Kakorlantas Mabes Polri ini.

Dikatakan Agung, sanksi pemecatan dengan tidak hormat (PTDH) bisa saja terjadi. Namun, hal itu akan dilakukan​ setelah keputusan hakim keluar.

“Pemecatan itu bisa saja dilakukan karena Pasal 359 itu hukumannya lima tahun kurungan penjara. Dan sesuai dengan Kapolri, bagi anggota yang dihukum penjara lebih dari empat tahun itu bisa di PTDH,” tambahnya.

Masih dikatakannya, berdasarkan​ pengakuan Brigadir K ia hanya ingin menghentikan mobil tersebut. Akan tetapi, berujung dengan penembakan langsung setelah penumpang mobil menghiraukan tembakan peringatan.

Agung mengungkapkan, kesalahan juga ada pada korban penembakan karena menolak berhenti dan tidak kooperatif. Apalagi, pengemudi Diki (30) diduga tidak memiliki SIM dan plat nomor kendaraan palsu.

“Sekarang kita masih melakukan penyelidikan keabsahan kepemilikan mobil tersebut. Karena berdasarkan data yang ada, mobil tersebut milik sebuah yayasan yang berada di Jakarta​,” tutup Agung. (korankito.com/depe/amel)