Penembakan Brutal Oknum Polisi Kangkangi Peraturan Kapolri

anggota Kompolnas, Irjen Pol Yotje Mende. Foto/dhia

Lubuklinggau-Aksi penembakan brutal yang dilakukan oknum anggota Polres Lubuklinggau, Brigpol KE yang menewaskan Surini (50), warga Kecamatan Belitar, Kabupaten Rejang Lebong, dipastikan menyalahi Peraturan Kapolri (Perkap) tentang aturan penggunaan senjata api.  Tak hanya dikenakan sanksi disiplin dan kode etik, tetapi pelaku juga dipidana umum.

“Untuk melakukan penembakan ada aturannya sesuai Perkap nomor 8.  Penembakan bisa dilakukan bila membahayakan orang lain dan diri kita sendiri. Sementara kejadian di lapangan kan saya rasa tidak, artinya Perkap sudah dilanggar,” jelas anggota Kompolnas, Irjen Pol Yotje Mende, Jumat (21/4).


Ditemui di Mapolres Lubuklinggau, Yotje menjelaskan langkah yang telah dilakukan Polda Sumsel maupun Polres Lubuklinggau sudah benar. Dan langkah ini akan terus diawasi dan perlu pendalaman. Terlebih kebijakan Brigadir ada di tangan Polda Sumsel.

“Sanksi disiplin, kode etik maupun pidana umum bisa berjalan, kami akan terus mengawasi, intinya yang benar harus dibela dan yang salah harus dihukum,” tambahnya.

Tak hanya itu Yotje menegaskan, kedatangannya ke Lubuklinggau untuk mengumpulkan data sekaligus melakukan klarifikasi térkait insiden berdarah yang terjadi pada Selasa (17/4) lalu.

“Pelaksanaan razia sudah sesuai SOP tetapi untuk menggunakan senpi ada aturannya tidak sembarangan,” tambahnya.

Sekedar mengingatkan satu keluarga yang mengendendari mobil Honda City warna hitam nopol BG 1488 ON diberondong tembakan oleh polisi di Jalan HM Soeharto, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Selasa (18/4) sekitar pukul 11.30 WIB.

Aksi penembakan ini menyebabkan satu korban tewas dan lima korban kritis. Keenam korban yakni, korban tewas Surini (50), tertembak bagian paha kiri satu lobang, luka tembak diperut sebelah kiri, dan 3 luka tembak di bagian bawah payudara sebelah kanan.

Kemudian Indra,35, tertembak di bagian tangan kiri tembus, Gatot Sundari (29), luka tembak bagian pungung. Novianti (31), luka tembak lengan sebelah kanan, Genta Wicaksono (3), luka di kepala di atas telinga sebelah kiri dan Dewi Arlina (39), luka tembak bagian lengan. Sementara, Galih (6), yang diperkirakan duduk kursi sebelah sopir tidak mengalami luka tembak, namun mengalami trauma.korankito.com/dhia/drsd