Bisa Dipercaya

WNA Asal Pakistan Terancam di Penjara Satu Tahun

Muaraenim – Kamran Halim (31) warga negara asing (WNA) asal Pakistan yang tersandung kasus izin menetap, akan segera menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lahat, Rabu (26/4) mendatang. Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim, Telmaizul Syatri, yang menyatakan bahwa berkas Kamran Halim telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri (Kajari) Lahat.

“Berdasarkan temuan yang bersangkutan terbukti melanggar Pasal 113 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian, yaitu masuk maupun keluar tidak secara resmi dan tidak melakukan pemeriksaan melalui bagian keimigrasian,” ujarnya Rabu (19/4).

Ia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kantor Kedutaan Pakistan untuk memastikan kewarganegaraan yang bersangkutan. “Selanjutnya setelah mendapat kepastian, kami bisa menindaklanjuti perkara ini,” katanya.

Berita Sejenis

Selanjutnya, usai menjalani hukuman nanti, lanjut Telmaizul yang bersangkutan akan dideportasi kembali kenegaranya serta akan ditangkal selama enam bulan,” Bahkan bisa jadi lebih dari enam bulan,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, petugas Imigrasi Muara Enim mengamankan WNA asal Paskitan, Kamran Halim (31), lantaran tak bisa menunjukan surat identitas kependudukan resmi.

Kamran diamankan di kediaman istrinya, Siska Utari, di Desa Sadan, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, Senin (6/2). Saat diperiksa, Kamran tidak punya dokumen seperti visa perjalanan maupun izin tinggal.

Berdasarkan pemeriksaan, Kamran masuk ke Indonesia tanpa melalui tempat pemeriksaan keimigrasian melainkan masuk dari Malaysia lewat jalur pantai timur Sumatera Utara di Tanjung Balai Asahan menggunakan perahu nelayan.

Jika dalam dipersidangan nanti, yang bersangkutan terbukti melanggar UU tentang keimigrasian, maka bisa diancam dengan hukuman satu tahun penjara dan denda Rp100 juta. (korankito.com/hafiz/amel)