Bisa Dipercaya

Puluhan Rumah Rusak, Warga Protes Aktivitas Batu Bara PT SBS

WARGA PROTES : Puluhan warga protes pasalnya sejumlah rumah mereka rusak karena aktivitas blasting batu bara PT SBS, Rabu (19/4). Foto/Hafiz.

Muaraenim – Puluhan warga RT 05 RW 12, Kelurahan Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Muaraemim kecewa dan protes, pasalnya sejumlah rumah di lingkungan Mandala rusak karena diduga adanya aktivitas blasting batu bara oleh PT Sarana Bahana Wahana (PT SBS).

“Sampai hari ini belum ada sama sekali perbaikan dari PT SBS yang merupakan sub kontraktor PT Bukit Asam,” kata Amin Noviansyah warga setempat, dihubungi via telpon seluler (ponsel),  Rabu,  (19/4).

Berita Sejenis
1 daripada 2

Ia mengaku,  warga di wilayahnya sangat kecewa dengan pihak PT BA yang hanya obral janji tanpa adanya perbaikan.

Menurut Amin, sebelumnya beberapa warga sempat menyampaikan keluhan ini ke pihak PT BA, namun mereka belum melakukan perbaikan, padahal mereka mayoritas buruh yang kesulitan dalam ekonomi. “Mayoritas kami yang tinggal di sini adalah buruh sehingga secara ekonomi kami hidup hanya pas-pasan, kalau untuk membeli semen kami sangat berat,” kata Rukati, Sigit Purnomo dan Ahkmad Mustofa.

Pantauan Koran Kito di lapangan, proses blasting di lokasi tambang Banko Barat PIT II  yang dilakukan oleh PT SBS cukup memprihatinkan, soalnya ada puluhan rumah mengalami retak-retak di bagian tembok yang bersumber dari ledakan di lokasi tambang Banko Barat.

Warga setemat, Sigit Purnomo mengungkapkan, ledakan ini sudah dimulai sejak akhir tahun lalu hingga sekarang yang rutinitasnya cukup tinggi. Selain itu pula dampak dari getaran ledakan sangat besar layaknya gempa. “Rumah kami banyak yang retak hingga dua jari dan sekarang sudah ditambal sendiri  takut roboh  sementara pihak perusahaan yang katanya sudah melakukan pertemuan dengan masyarakat di mushola beberapa bulan lalu hingga kini tak jelas kesimpulannya,” kata Sigit. korankito.com/hafiz/syym.