Bisa Dipercaya

Puluhan Pemuda Desak Kapolres Mundur dari Jabatan

UNJUK RASA : Puluhan pemuda ujuk rasa, Rabu (19/4), tuntut Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga mundur dari jabatan. Foto/Dhia.

Lubuklinggau – Puluhan pemuda berbagai organisasi gelar unjuk rasa, Rabu (19/4), menuntut Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga mundur dari jabatannya, karena terkait dengan insiden penembakan yang dilakukan oknum Polres terhadap sejumlah warga sipil.

“Kapolres Lubuklinggau tidak mampu memimpin bawahannya, terbukti saat kejadian penembakan Kapolres tidak berada ditempat.  Harusnya kapolres legowo mundur dari jabatannya,” jelas Saprin Rais perwakilan dari BM PAN, Rabu (19/4).

Berita Sejenis
1 daripada 4

Ketua GMNI Angga Juliansah Nasution juga menyayangkan statement Kapolres  yang menegaskan kalau tembakan yang menewaskan Surini adalah pantulan dari tembakkan mengenai ban mobil Honda City dengan Nopol BG 1488 ON.

“Kalau tembakan sasaranya ke ban mobil tidak akan mengenai dan menewaskan Surini yang ada di dalam mobil.  Kami sudah klarifikasi dengan Nopianti salah satu korban yang saat ini di rawat di RSUD dr Sobirin, tidak ada perlawanan saat tembakan peringatan mereka sudah berhenti lantas mengapa menembaki mobil.  Ini bukan aksi koboy tapi aksi brutal oknum polisi,” tambahnya.

Sementarra perwakilan dari KPAID Lubuklinggau Ade Surya mengutuk keras kejadian tersebut.  “Ada anak kecil di dalam mobil yang menjadi korban, ini pasti menimbulkan trauma karena dipangkuan neneknya ia melihat neneknya tewas kena tembak,” jelasnya.

Sementara Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. “Kasus ini tidak akan dihentikan, Polda Sumsel sudah mengambil alih kasus penembakkan ini,” tegas Kapolres. korankito.com/dhia/ssym.