Bisa Dipercaya

Pastikan 2018, Palembang Zero Buskota

Palembang – Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub)  Kota Palembang, saat ini jumlah angkutan umum buskota yang masih beroperasi di Kota Palembang berjumlah 53 unit. Dimana ke-53 unit buskota ini nantinya akan habis masa izin trayeknya di 2018 mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Kurniawan mengatakan, dari 53 unit buskota yang masih beroperasi saat ini akan ada 26 unit buskota yang akan habis masa izin trayeknya pada Desember nanti.
Berita Sejenis
1 daripada 22
“Jadi nantinya masih akan ada sisa 27 unit buskota yang izin trayeknya habis di Desember 2018 mendatang, ” ungkapnya, Selasa (18/4).
Perizinan trayek terang Kurniawan untuk semuanya tidak diperpanjang lagi sejak tahun 2009. “Kami pastikan akhir 2018, hanya akan tersisa 27 unit yang masa berlaku trayeknya habis di Desember 2018. Selanjutnya, Palembang bersih buskota,”sebutnya.
Untuk saat ini, terhadap 53 unit buskota yang masih berjalan, pihaknya juga memberikan ketegasan pada ketertibannya. Mulai dari penertiban KIR, atribut stiker, serta surat menyurat dari buskota tersebut. “Kami sudah sering lakukan penertiban, seperti Senin lalu diseputaran Jalan Jenderal Sudirman. Stiker di kaca harus dilepas, surat menyurat harus lengkap. Kami butuh kesadaran dari pihak pengelolan buskota juga untuk tertib berlalu lintas,”imbuh Kurniawan.
Sedangkan sisa buskota yang masih memiliki izin trayeknya, mendominasi rute Karyajaya – Alang-Alang Lebar, Karyajaya – Perumnas, Karyajaya – Plaju, dan Pusri – Plaju. Total akan ada rute yang tersisa. “Tapi jika trayek buskota sudah dihapuskan dienam rute itu, kami pastikan masyarakat tetap akan mendapat pelayanan transportasi massal melalui BRT Transmusi,”terang dia.
Dikatakannya, setelah berhasil mengembangkan moda transportasi yang nyaman dan nyaman, kini Pemerintah Kota Palembang akan mengembangkan transportasi sungai yang dinilai menjadi jalur transportasi alternatif bagi masyarakat.
Secara umum, sebutnya, ada empat program Dinas Perhubungan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Program yang pertama peningkatan Transmusi dengan target Asean Games sebanyak 350 unit BRT Transmusi. Kedua manajemen dan rekayasa bertaraf internasional, lalu program ketiga akan dikembangkan transportasi hijau dengan pola car free day. Terakhir, pengembangan gratifikasi angkutan umum atau pengalihan dari BBM ke BBG. “Semua program sudah coba kita jalankan. Selanjutnya Pak Wali juga ingin merevitalisasi angkutan sungai, yakni dengan menghidupkan anak-anak Sungai Musi. Agar Palembang bisa menyerupai Venesia dari Timur,”ujarnya.
Sebelumnya Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, Palembang telah sukses dibidang transportasi darat seperti diterimanya Wahana Tata Nugraha (WTN). Ia merinci, tahun 2005-2009 Palembang sudah menerima plakat WTN. Tahun 2010 WTN kategori angkutan, disusul pada tahun 2011 sampai 2014 secara berturut – turut. Selanjutnya, tahun 2015 WTN Kecana dan 2016 kembali Pemerintah menerima piala WTN kategori Kota Raya. “Harus kita pertahankan, dan selanjutnya tingkatkan di transportasi sungai,” tukasnya.  (korankito.com/amel).