Bisa Dipercaya

Ini Dia Senjata yang Digunakan Tembaki Satu Keluarga

ist

Palembang-Pascainsiden​ penembakan terhadap mobil sedan Honda City nopol BG 1488 ON yang ditumpangi satu keluarga di Kota Lubuklinggau​, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto menggelar jumpa pers di Mapolda Sumsel, Rabu (19/4).

Dalam keteranganya, Kapolda Sumsel mengatakan, sebagai bentuk tanggungjawab sebagai Kepala Polisi Daereh (Kapolda) Sumsel, dirinya berjanji akan memberikan penegakan hukum secara transparan dalam mengusut kasus ini.

Berita Sejenis
1 daripada 23

“Semuanya akan kita kroscek. Bentuk tanggungjawab, saya akan memberikan penegakan​ hukum secara transparan, dengan menurunkan penyidik Krimun, Propam dan Pidana Umum,” jelasnya.

Menurut Kapolda, senjata yang digunakan Brigadir K untuk menembaki mobil tersebut senjata jenis laras panjang SSI V2. Sedangkan, pelaku masih menjalani pemeriksaan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dimulai tembakan peringatan, kemudian peringatan untuk segera diminta keluar dari dalam mobil, barulah petugas melepaskan tembakan,” katanya.

Agung mengatakan, terkait sanksi yang akan dijatuhkan kepada anggotanya. Ia mengatakan, apabila Brigadir K sudah ditetapkan sebagai tersangka, saat itu juga yang bersangkutan akan ditahan di Polda Sumsel.

“Kalau telah ditetapkan tersangka, saya perintahkan untuk dibawa dan ditahan. Saat ini Propram sedang mendalami, malam ini akan dibawa. Semua ada 11 saksi diperiksa dari kepolisian semua, termasuk Kapolsek,” ujarnya.

Agung menyebutkan, kesalahan anggotanya yakni melepaskan tembakan namun tidak ada ancamaan sedikitpun dari korban. Hanya saja, ketika diminta keluar dari mobil para penumpang enggan keluar.

“Upaya hukum sendiri secara persuasif, Polres Lubuklinggau sudah datang ke keluarga almarhum di Curup. Saya sendiri tadi ke rumah sakit atas nama I kondisi masih sadar, malam ini akan dioperasi,” terangnya.

Dikatakannya, untuk semua biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh Biddokes Polda Sumsel.

“Sudah kita arahkan, tanggung jawab kita, sudah ada santunan dari Kapolres. Jadi semua biaya ditanggung Biddokes Polda kita,” ungkapnya.

Pemeriksaan kejiwaan juga akan dilakukan di Mapolda Sumsel. Sedangkan barang bukti yang diamankan senjata SS 1 V2 dan selongsong 7 butir.

“Untuk terperiksa, kalau pidananya terbukti dan terpenuhi PTDH, ya kita proses, tapi tidak boleh mendahului sidang. Namun keputusan jaksa bagaimana​, akan kita ikuti saja,” tutupnya.korankito.com/depe/drsd