Bocah Enam Tahun Dicabuli Siswa SMP

Palembang – Seorang bocah enam tahun dengan inisial PA, menjadi korban pencabulan pelajar sekolah menengah pertama, ND (13) yang tidak lain adalah tetangganya. Akibat peristiwa itu korban mengalami trauma berat.

Tak terima anaknya sudah diperlakukan tak senonoh, SUD (43) yang merupakan orang tua korban mendatangi Mapolresta Palembang, Selasa (18/9) untuk melaporkan perbuatan tak senonoh anak dari tetangganya tersebut.

Dihadapan petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, SUD menuturkan dirinya mengetahui perbuatan kurang ajar ND setelah mendengar langsung cerita dari anaknya.

Dimana menurut keterangan anaknya, kejadian itu berawal saat ia sedang bermain tidak jauh dari rumahnya sekitar pukul 15.00.

Tak lama, datanglah terlapor yang langsung mengajak korban ke tempat yang sepi. Lantas, disanalah ND meminta korban untuk membuka celana serta jari tangannya dimasukan kedalam kemaluan korban.

“Setelah mendapatkan perlakuan itu, anak saya pulang ke rumah sambil menangis. Saya tanya kenapa, dia mengatakan sudah diperlakukan seperti itu oleh ND,” ucap SUD dihadapan petugas.

Mendengar cerita korban, lanjut SUD, ia pun kaget bukan kepalang. Merasa takut hal yang tidak diinginkan terjadi dengan anaknya, ia bersama istrinya pun langsung memeriksa kemaluan korban.

“Ketika saya lihat, kemaluan anak saya berdarah terus. Dan dia tidak berhenti menangis karena kesakitan dibagian itunya,” tambah SUD.

Dikatakan SUD, memang selama ini korban terlihat akrab dengan ND. Keduanya juga diketahui kerap bermain bersama karena jarak antara kediaman korban dan terlapor memang berdekatan.

“Mereka ini memang akrab dan sering main sama-sama. Awalnya saya tidak menyangka karena ND ini juga baik terhadap anak saya, walaupun saya sempat beberapa kali memergokinya menghisap lem,” terangnya.

“Anak saya bilang, hal itu memang baru sekali dilakukan terlapor. Tapi saya tetap tidak terima. Apalagi saat ini anak saya yang awalnya periang tiba-tiba jadi pendiam dan ketakutan seperti trauma,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari ayah korban dan pihaknya akan segera melakukan penyelidikan.

“Laporannya sudah kita terima, saat ini kita sedang memperkuat laporannya dengan cara memeriksa saksi-saksi serta meminta keterangan korban lagi, berkasnya akan kita serahkan ke PPA Polresta Palembang,” tutupnya. (korankito.com/depe/amel)