Polisi Jaga Ketat Rumah Sakit Tempat Korban Penembakan Dirawat

Tampak polisi berjaga di rumah sakit tempat para korban penembakan oknum polisi dirawat. Foto/dhia

Lubuklinggau – Pasca kejadian penembakan yang dilakukan oknum polisi kepada satu keluarga di dlam mobil, tampak polisi menjaga ketat rumah sakit Siti Aisyah Lubuklinggau dan rumah sakit dr Sobirin Mura di Lubuklinggau.

Bahkan, awak media tidak diperbolehkan dan diusir saat hendak mengambil gambar korban di rumah sakit tempat para korban penembakan dirawat.

Terlihat Wakapolres Lubuklinggau Kompol Andi Kumara ikut mengecek korban di kedua rumah sakit tersebut. Namun, ia enggan memberikan keterangan lebih lanjut soal peristiwa ini.

“Biar tidak simpang siur satu corong saja kita tunggu Kapolres pulang dari Palembang. Sekarang dalam perjalanan pulang ke Lubuklinggau,” kata Wakapolres di rumah sakit Sobirin, Selasa (18/4).

Sementara itu, Purwanto (50), salah satu keluarga korban menjelaskan, ia mendapat informasi melalui telepon oleh pihak rumah sakit. Namun hanya diberitahu kalau keluarganya mengalami kecelakaan.

“Saya dapat telepon tidak tahu kejadiannya seperti ini. Saya taunya kecelakaan karena dikasih taunya kecelakaan. Surini yang meninggal itu adik dari istri saya. Mereka sekeluarga ini mau ke Muara Beliti mau kondangan,” jelas Purwanto.

Purwanto sangat menyayangkan kejadian ini karena keluarganya yang menjadi korban, hanya ingin pergi ke Muara Beliti menghadiri hajatan. “Kalau kata yang selamat, katanya mereka hanya menerobos, tidak tahu menerobos apa, apa lampu merah atau razia belum tahu,” tuturnya di depan ruang jenazah rumah sakit Siti Aisyah Lubuklinggau. (korankito.com/dhia/fran)