Melawan, Windra Meregang Nyawa Ditembak Polisi

Palembang – Windra (37) warga Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Lorong Famili Din, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan IB II Palembang, merenggang nyawa usai pinggang sebelah kirinya tertembus peluru petugas kepolisian.

Sebab, saat dirazia oleh petugas kepolisian Polsek IB II Palembang tak jauh dari rumahnya, Windra mencoba melawan petugas dengan cara menusuk serta menembakan senjata api rakitan (senpira).

Berdasarkan data dihimpun, kejadian itu berawal saat anggota Polsek IB II Palembang mendapatkan informasi adanya perjudian di Lorong Tanjung Raja, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan IB II Palembang, Senin (17/4) malam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim dibantu anggota SPKT Polsek IB II Palembang mendatangi lokasi untuk melakukan penggerebekan dan memarkian kendaraannya di tempat kejadian perkara (TKP).

Usai mengamankan enam pelaku yang diduga bermain judi, anggota menggelandang para pelaku ke mobil yang masih terparkir. Namun saat dalam perjalanan, petugas dihadang oleh Windra. Saat hendak digeledah, pelaku mencoba melawan petugas dengan cara memukul anggota kepolisian.

Bahkan, Windra sempat hendak mengambil senpi petugas kepolisian yang melakukan penggeledahan terhadap dirinya. Tak dapat senpi petugas, pelaku pun mencabut senpira yang dibawanya.

Sempat diberikan tembakan peringatan keatas, namun pelaku tak menggubrisnya. Hingga petugas pun melumpuhkan Windra dengan tembakan satu kali ke arah pinggang sebelah kirinya.

Windra pun tersungkur, namun malangnya saat hendak dibawa ke rumah sakit, nyawa pelaku tak dapat tertolongkan lagi. Saat diperiksa, di balik baju pelaku yang ternyata residivis kasus 351 ini ditemukan dua senjata tajam jenis rencong dan pisau cap garpu serta senjata api rakitan jenis revolver dengan 4 butir amunisi.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono didampangi Kasat Reskrim AKP Yon Edi Winara mengatakan, tindakan yang diambil oleh petugas sudah sesuai prosedur yang berlaku.

Apalagi, sudah sangat membahayakan keselamatan serts nyawa petugas, dikarenakan tersangka membawa senpira dan hendak meletuskannya ke arah petugas kepolisian.

“Apalagi anggota dilapangan sudah memberikan tembakan peringatan namun tidak digubris dan saat diperiksa tersangka membawa senpi dan sajam,” tutup Wahyu. (korankito.com/depe/fran)