Gelapkan Rp300 Juta, Teguh Digelandang ke Polresta Palembang

Palembang – Lantaran telah menggelapkan uang sebesar Rp300 juta milik rekan bisnisnya bernama Lantoni (50) warga Lorong Seroja Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Teguh (35) warga Jalan Sungai Belida, Desa Lubuk Sebentuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) harus berurusan dengan pihak kepolisian Polresta Palembang.

Berdasarkan data yang dihimpun dilapangan, penggelapan uang tersebut dilakukan tersangka pada tahun 2012 lalu. Dimana, antara pelaku dan korban menjalin kesepakatan untuk bekerja sama dalam bisnis jual beli getah Karet.

Merasa sudah lama kenal, Lantoni memberikan uang sebesar Rp300 juta kepada pelaku dengan cara mentransfer uang tersebut. Namun setelah uang diterima, pelaku tidak mengirimkan getah karet yang dijanjikannya.

“Kejadian ini sudah terjadi sejak lama, sekitar lima tahun yang lalu. Selama ini, saya percaya saja dengan dia karena sudah lama kenal dan saya anggap saudara sendiri, tetapi dia malah menipu saya,” ucap Lantoni.

Oleh karena itulah, dirinya pun membuat pengaduan serta menggelandang Teguh ke Polresta Palembang. “Saya sudah dirugikan mencapai ratusan juta, apalagi dia sulit dihubungi,” tutur korban.

Sementara itu, Teguh membantah sudah menggelapkan uang Rp300 juta tersebut. Menurutnya, uang yang diberikan oleh korban, sudah dibelikan getah karet dan barangnya itu sudah dikirim ke Lantoni.

“Dia memang memberikan saya uang untuk membeli getah karet, dan sudah saya belikan. Barangnya juga sudah saya kirim kepada dia. Dia itu Suplayer, dia yang mengirim getah karet itu ke pabrik-pabrik,” katanya.

Dijelaskannya, ia sudah mengirimkan getah karet tersebut secara bertahap. Namun, dikarenakan harga getah karet naik turun, bisnis tersebut mengalami kerugian hingga akhirnya bangkrut.

“Harga karet kan tidak menentu, jadi karet yang diberikan kepadanya tidak sesuai dengan perjanjian awal. Kalau, pas ditimbang karetnya susut itu kembali ke saya, dia tidak tahu menahu,” ungkap Teguh.

Sementara​ itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan pihaknya sudah menerima serahan pelaku penggelapan. (korankito.com/depe/amel)