Diduga Masalah Keluarga, Rudi Nekat Gantung Diri di Toilet Penjara

Palembang – Diduga lantaran memiliki permasalahan rumah tangga yang tak kunjung selesai, Rudi Eka Saputra (37) narapidana kasus narkoba nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di toilet Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merah Mata Kelas IA, Senin (17/4) pukul sekitar pukul 11.00.

Berdasarkan data yang dihimpun, jenazah pria warga Kecamatan Lubuklinggau I, Kota Lubuklinggau, Sumsel yang baru menjalani masa hukuman dua ahun ini, pertama kali ditemukan oleh teman satu selnya yang ketika itu hendak menggunakan toilet.

Namun, ternyata toliet tersebut terkunci dari dalam. Ketika digedor-gedor tidak ada jawaban dari orang yang berada di toilet. Merasa curiga, lantas temannya itu memanggil petugas lapas.

Dibantu oleh penghuni lapas lainnya, petugas mencoba mendobrak pintu toilet. Alhasil, setelah terbuka, jenazah Rudi ditemukan dalam keadaan tergantung diatas atap toilet dengan kaki melipat kebawah.

“Sempat dibawa ke klinik lapas, karena korban masih sempat bergerak. Namun, setelah kain pengikat lehernya dilepas dia langsung meninggal,” tutur Kepala Lapas Merah Mata Hargioyono saat ditemui dilokasi.

Dijelaskannya, korban menggantung dirinya menggunakan kain selimut miliknya. Saat ditemukan, posisinya sudah terikat dan kaki terlipat karena atap toilet itu rendah.

“Lidahnya tidak menjulur, karena dia menahan rasa sakit. Korban ini merupakan napi kasus narkoba yang divonis 12 tahun penjara dan baru menjalani masa hukuman selama tiga tahun ini,” jelasnya.

Hargioyono menambahkan, korban merupakan napi pindahan dari Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo Palembang, dan baru menjalani hukuman di Lapas Merah Mata selama 18 bulan.

Dirinya mengatakan sudah menghubungi pihak keluarga korban, saat ini jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumsel.

“Selama ini korban dikenal baik dan tidak banyak ulah, dan kami tidak mendengar kalau korban ada masalah. Di Palembang ada sepupunya​, sudah kita hubungi dan akan dibawa kedaerah asal Lubuklinggau,” bebernya.

Sementara​ itu, Kapolsek Sako Kompol Ahmad Firdaus membenarkan adanya peristiwa bunuh diri yang melibatkan seorang napi di toilet Lapas Merah Mata.

“Anggota kita, piket Satreskrim dan SPKT Polresta Palembang sudah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Untuk tanda-tanda kekerasan, secara kasat mata tidak kita temukan,” tutupnya. (korankito.com/depe/amel).