Cabuli Anak Dibawah Umur, Kakek 60 Tahun Digelandang ke Kantor Polisi

Empatlawang – Kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur, kembali terjadi di Kabupaten Empatlawang. Kali ini, menimpa korban sebut saja Mawar (11), warga Kecamatan Pendopo yang dicabuli HS (60), yang merupakan tetangga korban.
Perbuatan bejat pelaku ini, dilakukannya pada Maret 2017 lalu, di kebun kopi milik pelaku di Kecamatan Pendopo. Informasi yang berhasil dihimpun, berawal saat pelaku menjemput korban di rumahnya, untuk diajak ke kebun kopi milik pelaku. Awalnya korban tidak ingin ikut pelaku ke kebun kopinya, namun karena dipaksa, korban akhirnya mengikuti pelaku menuju kebunnya.
Di tengah perjalanan, pelaku mengiming-imingi korban dengan uang sebesar Rp10 ribu, namun korban menolak menerima uang tersebut. Setiba di kebun kopi, pelaku langsung memaksa korban membuka celana hingga korban menangis. Namun tangisan korban tidak menghentikan niat pelaku, untuk membuka celana korban hingga akhirnya terjadilah pemerkosaan tersebut.
Kapolres Empatlawang, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Pendopo, Iptu Haryanto membenarkan adanya laporan pemerkosaan anak dibawah umur, yang terjadi diwilayah hukum Polsek Pendopo.
“Korbannya anak berumur 11 tahun, berstatus pelajar. Saat ini tersangka sudah kita amankan di Mapolsek Pendopo,” ungkap Haryanto saat dihubungi via seluler, Senin (17/4).
Haryanto menjelaskan, terungkapnya kasus pemerkosaan anak dibawah umur ini, berawal dari kecurigaan kawan korban, terhadap korban yang sering ke rumah pelaku. “Setelah ditanyai kawannya, korban mengaku telah diperkosa oleh pelaku dan oleh kawan korban diceritakan kepada bibi korban,” jelasnya.
Mendapat informasi dari kawan korban, bibi korban pun akhirnya menceritakan hal tersebut ke ibu kandung korban, hingga akhirnya korban ditanyai oleh ibu kandungnya mengenai perbuatan pelaku terhadap korban.
“Korban mengaku telah diperkosa oleh pelaku. Akhirnya ibu korban langsung melaporkan perbuatan pelaku ke Polsek Pendopo,” imbuhnya.
Menurut Haryanto, atas perbuatan pelaku ini, pihaknya akan menjerat pelaku dengan Pasal 81 ayat (1), (2) dan pasal 82 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
“Saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan dan kita sudah mengamankan barang bukti, berupa baju dan celana korban serta hasil Visum et Repertum,” tukasnya (korankito.com/rodi/amel).