90 Guru Agama Resah TerancamTak Dapat Tunjangan Profesi

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama Dan Keagamaan Islam Kemenag Muaraenim M Makki. Foto/Hafiz.

Muaraenim –  Sebanyak 90 guru agama Kementerian Agama (Kemenag) Muaraenim yang mengajar di sekolah dasar (SD) resah lantaran tunjangan profesi guru (TPG) dan sertifikasi terancam diputus. Pasalnya, mereka belum menempuh pendidikan sarjana (S1).

Berdasarkan kebijakan aplikasi Simpatika dari Kementerian Agama (Kemenag) pemberian sertifikasi dan TPG hanya kepada guru yang bergelar minimal S1.

“Kita pasrah saja pak, kalau memang itu ketentuan dari Kemenag. Kita ikuti aturan,  karena memang diusia yang sudah cukup tua ini kami tak mungkin lagi kuliah,”  ujar salah satu guru agama, Selasa (18/4).

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Muaraenim M  Abduh  melalui Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama Dan Keagamaan Islam M Makki mengatakan, berdasarkan aplikasi Simpatika terbaru tertera bahwa guru yang belum menyandang gelar sarjana tidak boleh menerima sertifikasi atau TPG.

“Aplikasi Simpatika terbaru, menyatakan bahwah guru yang belum sarjana atau D 4 tidak boleh menerima uang sertifikasi dan TPG. Selama ini aturan memang memperbolehkan guru agama yang belum S1 menerima tunjangan sertifikasi atau TPG itu, namun aturan atau regulasinya bisa berubah-ubah,” akunya.

Diakuinya, pemerintah sudah menganjurkan guru untuk menyelesaikan kuliah dari awal 2000 lalu, meski mungkin banyak faktor yang membuat kesulitan guru tersebut mengikuti kuliah dihari tua. Pasalnya sampai saat ini belum ada petunjuk teknis (juknis) mengenai pemutusan pembayaran tunjangan tersebut.

“Sampai saat ini kita masih memakai juknis 2016. Mencairkan dana sertifikasi baik kepada sarjana maupun non sarjana dengan catatan,  usia 50 tahun ke atas dan sudah golongan IV. Meski demikian sampai saat ini belum ada pemutusan tunjangan untuk guru agama non S1 itu,’’ paparnya.

Namun, tambahnya, hal ini perlu diingatkan kepada mereka dengan membuat surat pernyataan siap melaksanakan kuliah dijenjang S1. Maka dari itu kita akan mencairkan tunjangan sertifikasi atau TPG seperti biasa sampai juknis dari pusat itu turun. korankito.com/hafiz/syym.