Hoyin Rizmu : Kenaikan Gaji Honorer Belum Dianggarkan

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang belum merencanakan untuk menaikkan gaji tenaga honorer dilingkungan Pemkot Palembang sesuai standar Upah Minimum Regional (UMR), seperti yang pernah diharapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) saat inspeksi medadak (sidak) beberapa waktu lalu.

Hal ini diungkapkan Kepala BPKAD Kota Palembang, Hoyin Rizmu yang mengungkapkan meski kondisi keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sudah mulai membaik, namun ada beberapa pertimbangan untuk menaikkan upah tenaga honorer yang sudah mengabdikan diri di Pemkot Palembang, salah satunya adalah, kondisi keuangan belum memungkinkan.

“Harus dikoordinasikan lebih dulu. Walaupun kondisi keuangan kita sudah membaik, tapi untuk kenaikan gaji honor belum dipikirkan,” jelasnya saat dibincangi diruang kerjanya, Senin (17/4).

Hoyin menerangkan, sebenarnya gaji tenaga honorer dilingkungan Pemkot Palembang sudah melebihi standar UMR yang diminta. Karena, dari gaji sebesar Rp1,5 juta ada beberapa tambahan honor yang diberikan.

“Jadi kita ada uang perkegiatan, jika dihitung-hitung gaji mereka melebihi UMR,” ungkapnya.

Hoyin menerangkan, meski belum bisa memberikan nilai yang cukup besar, tapi ada beberapa yang bisa diberikan sebagai tanda jasa atas pengabdiannya. Dan itu memang selalu menjadi prioritas Pemkot Palembang mengenai apa yang menjadi hak dari tenaga honorer.

“Kedepan akan kita pikirkan. Yang jelas kita akan memperhatikan sesuai kebutuhan hidup saat ini. Untuk sekarang hanya itu yang bisa kita berikan,” tukasnya. (korankito.com/amel)