Tiga Kurir Ineks Dibekuk Polisi

Palembang – Boby Prayoga, Riko dan M Rusdi, tiga kurir narkoba jenis pil ekstasi yang mengedarkan di wilayah Kota Lubuklinggau, berhasil ditangkap Subdit III Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumsel.

Dari ketiga pelaku, petugas kepolisian mengamankan 498 butir pil ekstasi berlogo Poundsterling yang bernilai Rp95 juta.

Berdasarkan data dihimpun, tertangkapnya ketiga pelaku berawal saat anggota kepolisian Polda Sumsel mendapatkan informasi dari masyarakat tentang maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Menindaklanjuti informasi itu, anggota Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumsel melakukan penyamaran sebagai pembeli barang haram tersebut dan memesannya kepada pelaku Boby serta Riko.

Usai menuai kesepakatan harga, kedua tersangka berjanjian dengan petugas kepolisian untuk bertemu di Halaman Hotel Royal, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Lubuk Linggau Timur, Kota Lubuk Linggau.

Saat kedua pelaku hendak memberikan pesanan barang haram tersebut kepada petugas, ketika itulah keduanya langsung diringkus oleh polisi.

Tak batas itu saja, polisi langsung bergerak cepat melakukan pengembangan. Alhasil, satu tersangka lainnya bernama M Rusdi berhasil ditangkap oleh anggota kepolisian.

Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Sumsel AKBP Syahril Musa mengatakan ketiga pelaku merupakan pengedar ekstasi di Lubuk Linggau. Saat ini, pihaknya terus memburu bandar besar yang sudah dikantongi identitasnya.

“Kita sedang melakukan pengembangan, karena berdasarkan keterangan ketiganya mereka hanya mengantar barang itu, lantaran disuruh oleh bandar besar yang berada di wilayah Lubuk Linggau,” katanya, Minggu (16/4) sore.

Sementara itu, tersangka Boby mengatakan barang tersebut bukanlah milik dirinya, melainkan punya tersangka IR yang saat ini masih dalam pengarahannya oleh anggota kepolisian.

“Barang itu punya IR, dia yang mengantar ke rumah kalau ada yang memesan. Kebetulan, rumah dia berada tidak jauh dari rumah saya. Saya dijanjikan, mendapatkan uang Rp30 ribu untuk satu butir ineks,” katanya.

Dijelaskannya, IR sudah satu tahun menjalani bisnis haram tersebut. Sedangkan, dirinya mengaku baru satu kali mengantarkan pesanan barang haram tersebut, dikarenakan akan mendapatkan upah cukup besar.

“Dia menawari saya, agar mau mengantarkan pesanan itu. Saya mau, karena dia menjanjikan uangnya cukup besar, saya tidak tahu dari mana asalnya barang itu,” tutup Boby. (korankito.com/depe/fran)