Muba Jajaki Kerjasama Pemanfaatan Limbah Pohon Sawit

LIMBAH POHON SAWIT: Plt Bupati Muba H Yusnin (kaos merah) saat berkunjung di CV Rajawali Alam Lestari, Jambi, Sabtu (15/4). Foto/Heri

Muba – Limbah pohon sawit milik masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin (muba) seluas 4.600 hektare (ha) yang akan diremajakan (replanting) tengah dijajaki untuk diolah menjadi kayu solid dan panel lapis.

Pengolahan tersebut akan dilakukan CV Rajawali Alam Lestari (RAL), Jambi bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Bogor.

Terkait rencana itu, Plt Bupati Muba H Yusnin melakukan kunjungan dan melihat langsung sistem pengolahan pohon sawit menjadi kayu solid di RAL, Jambi, Sabtu (15/4).

Menurut Yusnin, kunjungan ke Jambi ini untuk melihat secara detail proses pengolahan kayu di perusahaan tersebut. ‘’Selain untuk mendapatkan gambaran secara langsung mengenai proses pengolahannya, serta informasi-informasi yang terkait lainya,” katanya dalam kunjungan yang didampingi Asisiten II  H Sulaiman Zakari, Kepala Bappeda  HM Yusuf Amilin, Kepala Disperindag Zainal Arifin serta sejumlah pejabat lainnya.

Sementara itu, Manajer Marketing RAL Eric Phan menjelaskan, kunjungan Bupati Muba ini merupakan kunjungan balasan, setelah manajemen RAL melakukan kunjungan ke Pemerinrah Kabupaten (Pemkab) Muba, Kamis 13/4).

‘’Dalam pertemuan di Sekayu, dijelaskan bahwa Bupati akan berkunjung langsung ke pabrk kami, ini suatu kehormatan bagi kami untuk memberikan seluas-luasnya informasi yang mungkin dibutuhkan pejabat Muba,” ungkapnya.

Dalama pertemuan tersebut banyak hal yang dibahas, kata Eric, terutama mengenai rencana kerjasama pemanfaatan limbah batang kelapa sawit menjadi kayu solid.

Langkah selanjutnya, jelas Eric, bersma pihak Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Bogor akan melaksanakan penelitian lebih lanjut tentang potensi pasar, kualitas produk yang dihasilkan serta biaya yang dikeluarkan selama proses pengolahan pohon kelapa sawit tersebut.

“Dalam satu atau dua 2 bulan kedepan kami bersama pihak pusat Litbang Hasil hutan bogor akan memulai melaksanakan pengujian sampel pohon sawit setelah itu baru lah didapatkan kepastian mengenai kelanjutan kerjasama ini,”  pungkasnya. korankito.com/heri/syym.