Hindari Amukan Keluarga Pacar, MF Diantar Keluarga ke Polresta

Palembang-Untuk menghindari amukan dari keluarga pacar, MF (18) terpaksa diantarkan keluaganya sendiri ke Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang untuk mendapat perlindungan, Sabtu (15/4).

Pasalnya MF diketahui telah menggauli pacarnya sendiri sebanyak tiga kali dengan inisial SB(17) salah satu siswi sekolah menengah atas (SMA) swasta yang ada di Palembang.

Ditemui di ruang SPKT Polresta Palembang, MF mengatakan alasan keluarganya menyerahkan ia ke pihak kepolisian, agar terhindar dari kemarahan dari keluarga SB yang terus mencari dirinya.

“Ada tetangga yang bilang, kalau keluarga dia (SB-red) sedang mencari saya dan juga berkata mau membakar rumah kami. Makanya saya diantarkan keluarga kesini, agar mendapatkan pengamanan dari kepolisian,” tuturnya.

Pemuda yang bekerja sebagai petugas keamanan ini mengaku sudah tiga kali melakukan hubungan suami istri dengan korban. Itupun dilakukan​ atas dasar suka sama suka.

“Sudah tiga kali, pertama di rumah kosong yang berada didekat rumah saya. Sisanya, kami melakukannya di hotel. Kami melakukannya atas dasar suka sama suka, tidak pernah ada paksaan” tambah pemuda warga Kecamatan Sematang Borang ini.

Firdaus menjelaskan hubungan terlarang keduanya terbongkar oleh keluarga SB, berawal ketika ia bersama korban pergi dari rumah kekawasan Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Induk, Sumsel.

“Mungkin dia didesak oleh keluarganya waktu kami pulang dari Baturaja, karena berapa waktu yang lalu, kami berdua pernah minggat dari rumah dan pergi kedaerah Baturaja,” ucap tersangka MF.

Menurutnya, antara keluarganya dan keluarga​ SB sudah pernah berkomunikasi untuk menjalin kesepakatan damai. Namun, dikarena waktu pertemuan ada keluarga korban yang marah, ia pun melarikan diri.

“Kami memang pernah bertemu, tetapi pas pertemuan itu ada kelurganya yang mengamuk, jadi saya lari. Mungkin dari sana mereka, menganggap saya tidak mau bertanggung jawab. Saya siap menikahinya,” terangnya.

Sementara​ itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Heni Kristiyaningsih membenarkan pihaknya sudah menerima serahan pelaku.

“Iya benar ada penyerahan pelaku berhubungan intim dengan anak dibawah umur. Saat ini, kita sedang memintai keterangan dari pelaku dan korban. Laporan korban masuk kepada kita sekitar seminggu lalu,” tutupnya. (korankito.com/depe/amel)