Oknum Penarik Becak Tipu Pelancong

PENIPUAN : Korban BG dan suaminya KG datangi Mapolresta Palembang, melaporkan peristiwa yang mereka alami setelah ditipu oknum penarik becak di Palembang, Jamuat (14/4). Foto/Denny.

Palembang – Sepasang suami istri asal Jawa Timur (Jatim) yang tengah bertandang ke Palembang ditipu oknum penarik becak.

Akibatnya, korban KG (32) dan istrinya BG (30) tidak punya uang untuk pulang ke salah satu pesantren di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), tempatnya menginap.

Atas kejadian tersebut, korban datangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Jum’at (14/4) petang, untuk membuat pengaduan.

Dihadapan petugas, korban BG menuturkan kejadian itu berawal saat ia mencari buku di Bandung Blok Center (BBC) yang berada di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan IT I Palembang, sekitar pukul 13.00. Namun, dikarenakan buku tersebut tidak ada, ia pergi ke Palembang Squeare (PS). “Awalnya, kami ingin membeli buku di BBC, tetapi setibanya di sana buku yang kami cari ternyata sedang kosong. Jadi, kami berencana mau ke PS untuk mencari buku itu, sekalian kami mau jalan-jalan juga. Dan, kami pun kesana naik becak,” katanya saat berkonsultasi dengan petugas.

Kemudian, lanjut wanita asal Jawa Timur itu, sebelum menaiki becak yang sudah di pesanannya itu, ia terlebih dahulu bernegoisasi harga dengan penarik becak tersebut, hingga akhirnya disepakati ongkos seharga Rp20 ribu untuk sejali antar ke PS. Namun, belum tiba di lokasi yang telah disepakati atau sekitar 200 meter dari PS tepatnya di depan Masjid Ar Rai’yah kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) keduanya malah diturunkan oleh penarik becak tersebut.

“Belum sampai tujuan dia sudah menurunkan kami, lalu saya kasih uang Rp20 ribu, ehh dia malah marah-marah dengan kami. Saya naikan Rp150 ribu masih marah, naikan lagi Rp200 ribu masih marah sambil berkata saya ini bisa tidak menghitung jaraknya jauh, dia capek,” tuturnya.

Masih dikatakan BG, ia pun akhirnya mengeluarkan uang Rp375 ribu dan diberikannya, barulah tukang becak tersebut tidak lagi marah-marah serta langsung meninggalkan keduanya.

“Sebenarnya, saya belum paham benar dengan lokasi-lokasi di Palembang ini, malah ditipu oleh penarik becak. Sekarang, kami tidak mempunyai uang lagi untuk ongkos pulang,” katanya seraya menyebutkan tinggal di Pondok Pesantren di kawasan Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir (OI). korankito.com/depe/syym.