Kabur dari Sel, Ditangkap Lagi Saat Pesta Shabu

Tiga tersangka kasus shabu shabu saat diamankan di Polsek Kertapati.foto/depe

Palembang- Benny (34), harus kembali merasakan dinginnya  jeruji besi Mapolsek Kertapati Palembang. Sebelumnya ia sempat melarikan diri dari sel tahanan Polsek Kertapati, pada tahun 2012.
Tersangka ditangkap, saat sedang pesta narkoba jenis shabu shabu di rumah milik tersangka Mirandi (27), di Jalan KI Marogan, Lorong Mawar, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati​, Palembang.

Selain kedua tersangka, polisi juga mengamankan tersangka lainnya yakni Mamat (38), beserta barang bukti tiga paket shabu, kantong plastik klip kecil, alat pengisap, dan timbangan digital.

Kapolsek Kertapati Palembang AKP Delli Haris mengatakan, tertangkapnya ketiga pelaku, setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat tentang maraknya peredaran narkoba di lokasi penangkapan.

“Jadi menindaklanjuti​ laporan itu, kita melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap ketiga pelaku BN, MR, dan MA,” ungkapnya saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek Kertapati Palembang, Kamis (13/4).

“Salah satu pelaku, berinisial BN merupakan buronan kita kasus sajam. Dimana, tahun 2012 melarikan diri dengan cari menjebol tralis besi. Maka dari itu, berkas yang lama akan kita naikan lagi,” tambahnya.

Barang bukti yang berhasilkan diamankan berupa tiga paket kecil shabu seharga Rp200 ribu, alat isap bong, pipet, pirek, timbangan digital, serta beberapa kantong plastik klip kecil.

“ Ketiga pelaku bersama barang buktinya telah berhasil diamankan. Pelaku akan dijerat dengan pasal 112 Undang  Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara di atas 5 tahun” tegasnya.

Sementara itu, Benny mengaku saat melarikan diri dari sel tahanan dengan cari menjebol dinding tembok. Lalu, ia pun melarikan diri lalu bekerja di Lampung.

“Teman saya yang menjebol dinding itu, saya hanya ikut-ikutan saja. Kemudian, saya lari ke daerah Lampung dan bekerja di sana. Karena merasa aman, saya pulang lagi ke Palembang,” tuturnya.

Sedangkan tersangka lainnya, Mirand mengaku sudah tujuh bulan mengonsumsi barang barang haram tersebut. “Shabu itu kami beli seharga Rp200 ribu, rencananya mau kami pakai bersama-sama,” pungkasnya.korankito.com/depe/drsd