Belum Ada Plan B Jika Ada Kendala UN Susulan

Sekretaris UN 2017 Sumsel Arwan. Foto/Depe.

 

Palembang – Belum ada plan B, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) khawatirkan force majeure saat ujian nasional (UN) susulan 18-19 April 2017 mendatang.

Kepala Disdik Sumsel Widodo melalui Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum SMA Disdik Sumsel Arwan menuturkan, yang dikhawatirkan itu kalau bermasalah saat UN susulan. Pasalnya, belum ada arahan dari pusat kalau terjadi gangguan saat ujian tersebut.

“Sampai saat ini belum ada plan B, yang kita takutkan jika terjadi kendala saat UNBK, sedangkan UNKP tidak ada kendala yang berarti. Maka dari itu kita akan terus berkomunikasi dengan pusat (Kemdikbud) jika terjadi demikian.,” kata Arwan yang juga menjabat Sekretaris UN 2017 Sumsel itu.

Belajar dari pengalaman saat UN utama, baik yang menggunakan komputer maupun kertas dan pensil, lanjutnya, makanya pihaknya menekankan agar pihak terkait untuk memaksimalkan kesiapannya sebelum pelaksanaan UN susulan yang direncanakan serentak untuk SMA dan SMK pada 18-19 April.

“Kita sudah instruksikan terkait dengan listrik dan jaringan sekolah harus penuhi. Sehingga siswa dapat ujian susulan dengan tenang,” imbaunya saat mengawasi scanning LJUN SMA di Disdik Sumsel, Jum’at (14/4)

Selain itu dari data yang ada saat ini, Arwan menjelaskan, ada 50 siswa SMA YP Bina Insan Campang Tiga Oku Timur (semuanya ikut susulan karena internet down dan soal tidak muncul). “Laporan saat ini yang ikut susulan UNKP jumlahnya di bawah 20 an siswa dan masih di rekap. Begitu pula yang UNBK,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Palembang Hernawati menambahkan, di sekolahnya ada dua siswa yang terpaksa ikut UNBK susulan karena saat memasukkan token terjadi kendala. “Ada dua siswa kita jurusan administrasi perkantoran yang terpaksa ikut UNBK susulan karena ada kendala saat ujian berlangsung,” paparnya. korankito.com/eja/syym.