23 Orang Perebutkan Lima Jabatan di Pemkot Lubuklinggau

23 pejabat mengikuti assessment atau lelang terhadap lima jabatan di Pemkot Lubuklinggau. Foto/dhia

Lubuklinggau – Sebanyak 23 pejabat mengikuti assessment atau lelang terhadap lima jabatan yang saat ini masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) di Pemkot Lubuklinggau.

Lima jabatan yang dilelang yakni Kadinkes, Inspektur, Kadisnaker, Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat (DPPR) dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ikhsan Roni mengatakan, pelaksanaan lelang jabatan ini sudah dilaksanakan dan memasuki proses penjaringan.

“Semuanya terdapat 23 pejabat. Itu dari internal Pemkot Lubuklinggau tidak ada yang dari daerah lain. Memang ada beberapa pejabat yang merupakan pindahan dari kabupaten tetangga yang kini menjabat staf pada staf ahli bidang,” katanya.

Dikatakannya, proses pelaksanaan lelang ini akan tetap dilakukan oleh tim assessment dari PT Bukit Asam (PTBA) yang memang berkompeten melakukan hal ini.

“Tahapan akan segera dimulai senin mendatang. Kemungkinan pada akhir Mei pejabat yang layak menduduki jabatan dimaksud akan dilakukan pelantikan,” paparnya.

Sementara itu, untuk menunjang kinerja para pejabat Pemkot Lubuklinggau, BKPSDM juga menggelar Psikometri terhadap 55 pejabat yang ada.

“Saat ini baru dilaksanakan Psikometri yang diikuti 55 pejabat mulai dari eselon IIIa hingga eselon II dengan kurang lebih 125 soal. Mulai dari jabatan kepala bidang, kasubag, kepala bagian, camat, kepala kantor, sekretaris, staf ahli dan kepala dinas serta badan,” ujarnya.

Gunanya psikometri ini lanjut Ikhsan Roni, untuk mengukur tingkat kinerja mereka dan melihat kecocokan terhadap pola tugas yang pas bagi pejabat bersangkutan, apakah cocok di lapangan atau administrasi.

Dari hasil inilah, mereka juga akan mendapatkan sertifikasi psikometri. Sehingga saat mendekati eselon II mereka sudah bisa dilakukan penilaian oleh Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang diketuai Sekda Lubuklinggau.

“Jadi pasca lelang nanti, tidak ada lagi lelang jabatan, karena hampir semua pejabat sudah memenuhi criteria dengan hasil psikometri. Inilah yang menjadi dasar baperjakat untuk menentukan posisi jabatan yang sudah ada,” tambahnya.

Sementara, Ketua DPRD Rodi Wijaya menyambut positif upaya lelang jabatan oelh Pemkot Lubuklinggau. “Ini agar memberi kualitas pejabat yang benar-benar layak untuk mengisi jabatan tersebut. Apa yang terbaik harus dijalani, kendati pada kesempatan berikutnya ditiadakan lelang jabatan karena Psikometri sudah menjadi acuan Baperjakat untuk mengangkat jabatan tertentu,” jelasnya.

Hanya saja, pihaknya juga mengimbau tidak hanya sisi profesional dan kelayakan pejabat untuk menduduki jabatan, juga segi kesehatan juga adanya indikasi pengguna obat tetap juga harus menjadi pertimbangan.

“Hal ini harus dikupas lagi karena faktor kesehatan jasmani juga menunjang kinerja. Karena seorang pejabat ditempa harus siap setiap waktu. Serta kendati ditiadakan lelang nantinya, jangan sampai ada kemunduran kualitas,” ungkapnya. (korankito.com/dhia/fran)