Usai Mengajar, Guru TK Dijambret

Harpinah, guru TK yang menjadi korban jambret saat dirawat di RS Muhammadiyah Palembang, Kamis (13/4). Foto/denny

Palembang – Nasib sial dialami guru taman kanak-kanak (TK) Harpinah (51). Sebab, ia harus kehilangan tas yang berisikan ponsel, uang dan sejumlah dokumen penting lainnya, usai menjadi korban kawanan pelaku jambret.

Atas kejadian itu, wanita yang tinggal di Jalan Mayor Santoso, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan IT I Palembang terjatuh dari sepeda motor, hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP).

Berdasarkan data dihimpun, kejadian itu berawal saat korban bersama teman kerjanya Nur (51) mengendarai sepeda motor Honda Fit X usai pulang mengajar di TK PWP Komplek Pertamina, Kamis (13/4) siang.

Saat dalam perjalanan pulang, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan SU II Palembang, keduanya dipepet dua orang pelaku yang juga mengendari sepeda motor.

“Saya tidak tahu sejak kapan mereka mengikuti kami, tiba-tiba mereka memepet dan langsung merampas tas atas yang diletakan di tengah-tengah tempat duduk,” jelas korban saat ditemui di RSMP.

Dikatakan Harpinah, ia sempat mempertahankan tas miliknya, hingga terjadilah aksi tarik-menarik. Namun naasnya, ia bersama Nur terjatuh dari atas motor dan harus merelakan tas miliknya dibawa kabur kawanan pelaku.

“Saat kami hendak terjatuh, saya langsung melepaskan tas yang saya pegang. Dan, kami pun akhirnya benar-benar jatuh. Warga yang sedang berada di sekitar langsung menolong kami dan membawa ke RS,” jelasnya.

Selain mengalami luka-luka, lanjutnya, ia pun harus kehilangan tas yang berisikan uang Rp 50 ribu , satu unit handphone merek Samsung dan dokumen penting. “Saya harap pelaku cepat ditangkap,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek SU II Palembang Kompol Okto Iwan Setiawan membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Anggota kita sudah mendatangi TKP dan memintai keterangan korban,” tutupnya. (korankito.com/depe/fran)