Ratusan Hektar Lahan Sawah di OKI Gagal Tanam

OKI – Ratusan hektare lahan persawahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), khususnya di Desa Sukapulih Kecamatan Pedamaran, gagal panen. Pasalnya, lahan yang menjadi tumpuan untuk menanam padi terendam air.

Salah satu petani setempat Nur (30) tahun mengaku meskipun bertani, ia harus membeli beras dari orang lain. Dan bahkan ada kendala lain selain lahan sawah yang terendam air juga karena hama tikus yang menyerang sawahnya.

“Bagaimana mau dapat hasil, nanam padi saja susah, karena lahan persawahan kami terendam banjir, tidak hanya itu hama tikuspun juga ikut menjadi kendala,” ungkap Nur, Kamis (13/4).

Dikatakannya luas hamparan persawahan masyarakat yang ada di Desa Sukapulih mencapai 300 hektar lebih dan sudah memiliki sebanyak 33 kelompok tani. Tetapi hasil panen tetap masih menjadi kendala karena lahan cenderung banjir.

“Jujur, setiap tahun bantuan bibit padi yang diberikan oleh pemerintah selalu kami tanam, tetapi hasilnya tetap saja minim,” terang Nur.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Timbul Jaya II, Roba’i (46), saat dikonfirmasi, membenarkan para petani cenderung gagal tanam. Ia pun berharap ada bantuan dari instansi terkait untuk membuatkan sodetan guna mengalirkan air agar petani bisa melakukan penanaman.

“Sebenarnya lahan ini cukup potensial menjadi salah satu lumbung padi. Jika memang ada sodetan mungkin dalam setahun bisa tiga kali tanam. Kalau sekarang, tanam satu kalipun banyak yang gagal,” jelasnya.

Roba’i optimis jika dibuatkan sodetan dilahan sawah petani, semua hamparan lahan yang jumlahnya lebih dari 300 hektare tersebut dapat ditanami. Selain itu juga hama tikuspun dengan sendirinya tidak akan menjadi kendala.

Terkait hal tersebut, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Suparman, mengatakan pihaknya akan melakukan pendataan dan apapun yang menjadi aspirasi masyarakat akan diusulkan.

“Saya baru beberapa bulan tugas disini. Kami akan terus melakukan inventarisir lahan serta mengusulkan semua program yang akan mendukung kemajuan petani,” tukasnya. (korankito.com/dri/amel))