Bisa Dipercaya

UN Perbaikan Buang-buang Anggaran

Ketua UN Sumatera Selatan Bonny Syafrian. Foto/Ejak

Palembang – Ujian nasional perbaikan (UNP) dinilai pengamat pendidikan hanya buang-buang anggaran saja.

Menurut pengamat pendidikan Muchtaruruddin Muhsiri mengatakan, pelaksanaan UNP hanyalah program pendidikan yang menghamburkan waktu dan biaya saja. Sebab jika pemerintah memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperbaiki nilai karena ingin masuk polisi dan sejenisnya karena nilai rata-rata tidak mencukupi, maka sebaiknya mereka membekali diri dengan sebaiknya saat UN.

Berita Sejenis
1 daripada 8

“Sebaiknya UNP itu tidak perlu dilaksanakan, pasalnya UN saja sejak 2016 lalu bukan menjadi penentu kelulusan siswa. Hal ini agar mereka tahu sebatas mana kemampuan mereka saat ujian. Belum lagi waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk melakukannya,” bebernya.

Sementara itu, Ketua UN Sumatera Selatan (Sumsel) Bonny Syafrian menuturkan, pelaksanaan UNP 2017 akan dilakukan selama tiga hari mulai 18-20 April 2017. Namun secara teknis, diakuinya, mulai dari pelaksanaan UNP langsung dikomandoi oleh pihak Kementerian​ Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

“UNP ini merupakan program yang dimiliki oleh pemerintahan pusat untuk memberikan kesempatan kepada siswa yang memiliki nilai mata pelajaran UN di bawah 5,5. Dimana siswa diperbolehkan mengikuti UNP sebanyak mata pelajaran yang belum mencapai nilai standar tersebut,” terangnya.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel ini menguraikan, pendaftaran UNP sendiri sudah dimulai sejak 29 Maret hingga 11 April lalu melalui sistem online di website Kemendikbud. Tak hanya itu, lokasi pelaksanaan ujian sendiri juga akan ditentukan oleh pemerintah pusat. “Disdik Sumsel hanya bersifat memantau saja, bahkan hingga saat ini belum mengatahui jumlah peserta dan lokasi tes pelaksanaannya. Pasalnya, dari pendaftaran itu langaung dilakukan siswa ke website Kemdikbud,” tukasnya. korankito.com/ejak/syym.