Bisa Dipercaya

Pria Pengangguran Nekat Jualan Shabu

Muhammad Rusli, tersangka bandar shabu saat gelar perkara di Mapolsek SU 1, Rabu (12/4). Foto/denny

Palembang – Berdalih tidak mempunyai pekerjaan, Muhammad Rusli (45) warga Jalan Faqih Usman, KelurahanI Ulu, Kecamatan SU I Palembang nekat menjalani profesi sebagai bandar narkotika jenis shabu.

Atas ulahnya itu, bapak dua anak ini ditangkap Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsekta SU I Palembang, saat sedang menunggu pembeli di sekitar tempat tinggalnya.

Berita Sejenis

Empat Begal ‘Cilik’ Dicokok Polisi

SMKN 2 Palembang Bidik World Class

Dzhalilov Targetkan Top Skor Bersama SFC

1 daripada 3.067

Menurut pengakuan Rusli, ia sudah dua bulan berjualan shabu tersebut, dikarenakan dirinya tidak memiliki pekerjaan dan membutuhkan uang untuk menghidupi keluarganya.

“Saya tidak ada pekerjaan yang lain, makanya mau berjualan shabu. Uangnya untuk makan sehari-hari,” jelasnya saat gelar perkara dan barang bukti di Mapolsekta SU I Palembang, Rabu (12/4) pagi.

Dijelaskannya, ia membeli narkoba tersebut dari WS yang tinggal tak jauh dari rumahnya. “Saya beli seharga Rp300 ribu dan dibagi menjadi beberapa paket. Satu paketnya saya jual seharga Rp80 ribu,” tutur Rusli.

Masih dikatakan Rusli, dalam satu hari ia dapat meraup keuntungan sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. “Barang yang saya jual, satu hari pasti habis. Dan besoknya saya ambil lagi,” tambah Rusli.

Sementara itu, Kapolsek SU I Palembang Kompol Mayestika melalui Wakapolsek AKP Asmarah Hadi mengatakan, tertangkapnya pelaku berawal dari adanya SMS hotline yang masuk ke pihaknya.

“Ada SMS yang masuk ke kita mengatakan kalau sudah resah dengan peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kemudian kita langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku,” jelas Hadi.

Lebih lanjut Hadi mengungkapkan, dari tangan pelaku pihaknya mengamankan tiga paket kecil narkoba jenis shabu dan 10 kantong plastik klip.

“Tersangka akan dikenakan pasal 114 UU Narkotika Tahun 2009 dengan ancaman diatas lima tahun penjara. Kita akan terus melakukan pengembangan guna menangkap pelaku-pelaku lainnya,” tutup Hadi. (korankito.com/depe/fran)