Pemkot Dapat Hibah Alat Pencegah Banjir Dari Korea

Foto / Humas

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memiliki formula baru untuk menangani permasalahan banjir yang kerap terjadi di Kota Palembang melalui alat pendeteksi debit sungai. Walikota Palembang Harnojoyo mengungkapkan alat ini merupakan hibah dari Korea Internasional Cooperation Agency (KOICA) dari Rebublik Korea dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat dari Republik Indonesia.

“Alhamdulillah, Pemerintah Korea sangat mendukung pembuatan master plan, feasibility study dan basic design untuk sistem drainase Kota Palembang,” ujar Harnojoyo usai penyerahan satu set unit Akoustic Doppler Current Profiler (ADCP) di Rumah Dinas, Rabu (12/4).

Harno menjelaskan potensi banjir di Kota Palembang cukup tinggi, namun penangannya masih manual. Dengan adanya alat ini nantinya mampu mengukur debit sungai dan saluran drainase maupun sungai dengan menggunakan RTK-GPS (real Time Kinematic GPS) dengan menggunakan satelit.

“Pemkot dapat melakukan perencanaan detail lebih lanjut mengenai kapasitas sungai/jaringan serta mencegah banjir. Karena alat ini juga berfungsi untuk menghitung debit dan profil sungai jaringan drainase.” jelas Harno.

Karena Palembang memiliki banyak anak sungai, terang Harno diharapakan pula alat tersebut dapat mencegah banjir sejak dini. “Karena itu alat ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan kegiatan structural strategis lainnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Palembang, Saiful mengatakan, ini adalah kerjasama Pemkot Palembang bersama Pemerintah Korea, bahkan dua tahun lalu Walikota Palembang pernah mengusulkan proposal bantuan.

Akhirnya direspon dan hari ini dikirim berikut perangkat komputer,” katanya.

Sekaligus kata Saiful, pemkot diajarkan untuk cara pengoperasiannya. Dia menjelaskan RIVRAY600VBR (Riverray Phased Array600 kHz with vertical beam (Teledyne) yang berfungsi untuk mendeteksi debit sungai dan profil termasuk penampang sungai menggunakan prinsip akustik Doppler. Data yang didapat kemudian dikirim secara nirkabel ke sebuah laptop untuk diproses.

“Jadi kalau selama ini masih manual cara mengukurnya, sekarang dengan alat ini lebih efektif dan praktis. Karena akurasinya bisa mencapai 100 persen,” tegasnya.

Saiful menambahkan, untuk GPS-s321 RTK GNSS Antenna (Hemisphere) merupakan perekam GPS dengan akurasi sangat tinggi menggunakan prinsip kinematik hingga keakuratan 8 mm dan laptop (dell) berfungsi sangat berperforma tinggi untuk memperoleh dan memproses data dari ADCP melalui komunikasi bluetooth nirkabel.

“Mudah-mudahan, melalui alat ini kita tidak ada kesulitan untuk mengecek kedalaman atau lebar drainase, anak sungai maupun sungai,” tukasnya. (korankito.com/amel)