Walikota Linggau Sampaikan LKPJ Tahun 2016

Sausana rapat paripurna DPRD Lubuklinggau.foto/dhia

Lubuklinggau-Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Tahun 2016 dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD, Senin (10/4).

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 03 Tahun 2007 tentang Laporan Pertanggungjawaban, pemerintah harus memberikan informasi penyelenggaraan pemerintah selama satu tahun melalui paripurna di DPRD.

Dalam paparannya, Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe menerangkan, pendapatan daerah itu pada 2016 mencapai 90,31 persen atau Rp800 miliar lebih dari target Rp900 miliar. Sementara belanja daerah sebesar 90,31 persen atau Rp896.856.354.360,26 dan realisasinya Rp809 miliar.‎

Menurut Wako, prioritas penggunaan APBD tahun 2016 sendiri meliputi, pendidikan budaya, kesehatan, ekonomi, kesejahteraan, infrastruktur, dan tata pemerintahan.

“Jadi dari hasil penyampaian LKPJ akan ada koreksi dari kekurangan-kekurangan oleh legislatif, tentu inilah yang kita harapkan akan ada perbaikan sebagai evaluasi penggunaan anggaran k edepan, pastinya kita harus terima,” katanya Nanan sapaan akrab Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe usai rapat paripurna LKPJ.

Meskipun, Kota Lubuklinggau mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bukan berarti tidak ada kesalahan karena tidak ada yang sempurna.

“Dalam beberapa bulan ini BPK sedang melakukan pemeriksaan, hasil inilah untuk mem-backup LKPJ kita, serta koreksi dari legislatif,” terangnya.

Ditanya masih terdapat silpa kurang lebih Rp2 miliar, menurut Nanan, jika dibandingkan dengan APBD Rp900 miliar tentu silpa tersebut tidak ada artinya. “T‎idak mungkin semua kita habis tentu untuk cadangan, Silpa 2 miliar sudah sangat tipis lagi belum lagi yang akan terkoreksi oleh BPK,” pungkasnya.korankito.com/dhia/drsd