Terdakwa Pembunuh Pelda Aceng Dituntut 20 Tahun Penjara

Empat terdakwa kasus pembunuhan Pelda Aceng saat menjalani sidang.foto/hafiz

Muaraenim-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Muaraenim,  Variska SH dan Taufik SH, menuntut terdakwa pembunuh Pelda Aceng dihukum 20 tahun penjara. Tuntutan itu dilontarkan di hadapan majelis hakim Akhmad Nakhrowi, Mukhlis SH, dan Dedek Agus Kurniawan SH, dalam sidang di Pengadilan Negeri Muaraenim, Senin, (10/4).

“Kita tuntut terdakwa 20 tahun penjara bagi pelaku utama dan 9 bulan penjara kepada pelaku pesuruh,” kata  Variska,  usai sidang kepada wartawan.

Pelaku utama yang di tuntut hukuman 20 tahun adalah Heri (22) dan Budi Wawantoro (26). Sedangkan pelaku pesuruh dituntut selama 9 bulan penjara yakni Edi (20) dan putra (14), warga Desa Teluk Jaya, Kecamatan Kelekar, Muaraenim.

Kasus pembunuhan terhadap Pelda Aceng (40), personel Kesdam II/Sriwijaya, bisa dibilang sadis. Korban dibunuhan secara sadis dengan cara dimutilasi kemudian dibakar oleh keempat orang terdakwa tersebut.

Korban dibunuh oleh keempat tersangka di Ddesa Teluk Jaya, Kecamatan Kelekar, pada 9 Oktober tahun lalu. Dalam pembunuhan sadis itu jasad korban dimutilasi menjadi beberapa bagian. Kemudian jasadnya dibakar di areal perkebunan yang masuk dalam wilayah Desa Menanti, Kecamatan Kelekar.

“Berdasarkan sesuai dengan fakta persidangan 181 tuntutannya pembunuhan 20 tahun dan dua persuruh 9 bulan,” ujar jaksa Taufik SH.

Sidang akan dilanjutkan satu pekan ke depan dan para tersangka disarankan oleh hakim ketua persidangan untuk mempersiapkan pledoi. Keempat terdakwa kembali dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Muaraenim.korankito.com/hafiz/drsd